Logo Header Antaranews Sumbar

Warga Muhammadiyah Padang Laksanakan Shalat Idul Adha

Rabu, 23 September 2015 10:16 WIB
Image Print
Sejumlah warga mengikuti shalat Idul Adha di Masjid Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Lubukbasung (ant)

Padang, (Antara) - Ribuan warga Muhammadiyah di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan Shalat Idul Adha pada Rabu pagi bertepatan dengan 10 Zulhijah 1436 Hijriah di sejumlah lokasi di kota itu.

"Pelaksanaan shalat dipusatkan di Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang di mulai pada pukul 07.00 WIB ," kata Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar Bakhtiar di Padang, Rabu.

Menurutnya pelaksanaan Idul Adha mengacu pada metode hisab dimana berdasarkan perhitungan 10 Zulhijah 1436 Hijriyah bertepatan dengan 23 September 2015.

Ia menyebutkan di Padang terdapat sekitar 15 masjid dan beberapa titik lainnya yang juga melaksanakan Shalat Idul Adha.

Terkait penyembelihan hewan kurban ia mengatakan ada yang menyembelih hari ini dan ada juga yang besok.

"Karena hari ini tidak libur ada yang besok baru melaksanakan penyembelihan hewan," ujar dia.

Sementara di Masjid Ihsan Bandar Buat Kecamatan Lubuk Kilangan Padang ratusan warga shalat Idul Adha di jalan raya Padang-Indarung menyebabkan jalur lalu lintas ditutup satu arah.

Pelaksanaan shalat digelar di halaman masjid pada pukul 7.30 WIB diikuti warga dari Kecamatan Lubuk Kilangan.

Tidak hanya itu di Masjid Muhammadiyah Tanjung Sabar Lubuk Begalung ratusan warga memadati masjid guna mengikuti Shalat Idul Adha.
Pemerintahan Kota Padang menetapkan hari libur Idul Adha untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kamis 24 September, sesuai dengan ketetapan dari pemerintah pusat.

"Kami mengikuti surat edaran dari pusat, yaitu hari Kamis," kata Plh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang, Yoserizal.

Ia mengatakan, terkait dengan adanya jadwal Idul Adha yang berbeda tanggal 23 dan 24 September, Pemkot Padang memberikan kelonggaran untuk masuk kerja setelah Shalat Idul Adha.

Namun, katanya, hal tersebut bukan merupakan peraturan tertulis, hanya saja toleransi kepada para PNS yang merayakan Idul Adha pada tanggal 23 September 2015.

"Tentu kita tidak bisa melarang orang yang akan beribadah, makanya diberikan toleransi," ujarnya. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026