
Masjid dihantam galodo, warga Agam Shalat Idul Fitri di lapangan

Jakarta (ANTARA) - Ratusan warga Jorong Labuah, Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di lapangan terbuka, Jumat, karena masjid mereka hancur akibat bencana galodo.
Di salah satu sisi lapangan, alat berat terlihat berada di lokasi itu, berdampingan dengan tempat digunakan warga untuk Shalat Idul Fitri.
Lapangan yang digunakan itu, sebelumnya tanah kosong yang kemudian ditimbun dengan bebatuan sisa bencana.
Seorang warga setempat menyebut, perataan tersebut baru dikerjakan sekitar sepekan lalu agar lokasi dapat digunakan Shalat Idul Fitri.
Sejak pukul 07.00 WIB, warga berdatangan ke tempat itu dengan berjalan kaki. Di antara mereka, ada yang mendaki menuju lapangan, sedangkan ada lainnya yang menuruni jalur. Bahkan, sebagian di antara mereka harus melintasi tumpukan bebatuan dan material sisa galodo.
Kehadiran jamaah beragam, antara lain balita, remaja, orang dewasa, dan lansia.
Mereka tampak antusias menuju tempat Shalat Id itu di tengah keterbatasan. Ada di antara mereka mengenakan baju terbaik, sedangkan lainnya langsung mengenakan mukena dari rumah.
Dalam keterbatasan, pelaksanaan shalat dinaungi satu terpal dibentangkan di bagian depan, menutupi area imam dan saf laki-laki dari terik matahari.
Sebanyak dua unit pengeras suara milik warga setempat digunakan sebagai peralatan pendukung ibadah, sedangkan kotak infak dan sedekah tetap tersedia, di sisi saf laki-laki dan perempuan. Warga mengisi kotak tersebut meski kondisi kehidupan mereka masih darurat.
Meski fasilitas terbatas, warga tetap melaksanakan shalat dengan tertib dan khusyuk. Saf jamaah tersusun rapi di atas alas sederhana berupa terpal yang dibentangkan di lapangan, sedangkan lantunan takbir menggema di area terbuka, terkesan menghadirkan suasana haru sekaligus keteguhan warga dalam merayakan Idul Fitri.
Berdasarkan data Dashboard Satu Data Bencana Sumatera Barat, 272 bangunan di nagari tersebut mengalami kerusakan akibat bencana dengan tingkat ringan, sedang, hingga berat. Total kerugian ditaksir mencapai Rp98,7 miliar.
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
