
15 ASN Ikuti Seleksi Terbuka Pemprov Sumbar

Padang, (Antara) - Sebanyak 15 Aparatur Sipil Negara (ASN) akan bersaing memperebutkan jabatan eselon II melalui seleksi terbuka di Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). "Lima belas orang itu masing-masing enam orang mendaftar untuk jabatan sekretaris DPRD Sumbar dan sembilan orang untuk jabatan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar," kata Kepala Badan Kepegawaian Sumbar, Jayadisman di Padang, Selasa. Menurut dia, lima belas orang itu berasal dari ASN Pemprov Sumbar dan kabupaten/kota di daerah itu. "Kita berharap dari semua yang mendaftar nanti akan didapatkan pejabat yang berkualitas dan mampu memimpin instansinya dengan sebaik mungkin," kata dia. Jayadisman mengatakan, setelah terdaftar, semua berkas akan diseleksi secara administrasi. "Proses ini akan dilakukan selama dua hari, kemudian akan dilanjutkan dengan tes tertulis," kata dia. Jadwal tes tertulis menurut dia akan disesuaikan dengan waktu yang dimiliki oleh tim penguji dan panitia seleksi. "Selesai tes tertulis, akan dilakukan tes wawancara untuk menyaring tiga calon terbaik. Tiga calon inilah nanti yang akan direkomendasikan kepada gubernur untuk dipilih menduduki jabatan yang sedang kosong," kata dia. Sementara itu untuk dua jabatan eselon II lainnya masing-masing Kepala Satpol PP dan Kepala BPBD Sumbar, menurut Jayadisman, pendaftaran masih dibuka hingga 12 Maret 2015. "Kita mengimbau ASN di Pemprov Sumbar, daerah dan kementrian untuk mengikuti seleksi terbuka ini karena ke depan tidak akan ada sistem penunjukan untuk mengisi jabatan kosong, tetapi dilakukan dengan mekanisme seleksi terbuka," kata dia. Dia mengakui, ASN yang mendaftar untuk seleksi terbuka tersebut masih minim. Hal itu menurut dia disebabkan ASN masih belum memahami mekanisme seleksi terbuka itu, sehingga banyak yang masih belum percaya diri untuk mendaftar. Ini perdana kita lakukan di Sumbar, karena ini sesuatu yang baru, masih banyak dari mereka yang malu-malu untuk mendaftar," kata dia. Menurut dia, pihaknya telah mengantisipasi minimnya pendaftar dengan menyurati seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Sumbar dan kabupaten/kota untuk mengikuti seleksi terbuka tersebut. Sementara Gubernur Sumbar Irwan Prayino mengatakan kurangnya peminat seleksi terbuka itu masih wajar karena baru pertama dilakukan di daerah itu. "Ini masih dalam tahap transisi. Mudah-mudahan ke depan, ASN di Sumbar akan memahami sisi positif mekanisme seleksi terbuka ini dan mau mengikutinya," kata dia. (**/mko)
Pewarta: Inter
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
