
Cuaca Buruk Akibatkan Ledakan Pipa di Italia, Delapan Cedera

Roma, (Antara/Xinhua-OANA) - Delapan orang cedera di Italia pada Jumat (6/3), saat satu pipa saluran gas terbakar setelah ledakan akibat tanah longsor, sehari sebelumnya tiga orang tewas oleh cuaca buruk di negeri itu, kata beberapa laporan setempat. Tiga rumah di sekitar pipa saluran gas terkena akibat ledakan di dekat pusat Kota Teramo, yang memicu kebakaran yang dapat dilihat dari jarak beberapa kilometer, kata saksi mata. Di antara delapan orang yang dibawa ke rumah sakit terdapat seorang anak lelaki yang berusia 10 tahun, kata beberapa sumber kesehatan lokal yang dikutip oleh kantor berita ANSA. Empat di antara mereka menderita luka ringan, tapi dalam kondisi kaget, kata ANSA. Sebanyak 250.000 warga di Wilayah Abruzzo, tempat Teramo berada, tak memperoleh pasokan listrik akibat angin kencang dan hujan lebat yang turun tanpa henti, kata saluran Tgcom24, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi. Di Naples, satu kota di Italia Selatan, satu perancah jatuh dan merusak beberapa mobil di tempat parkir serta mengganggu lalu lintas, sementara angin kencang menerjang Capri, pulau yang berdekatan, sehingga pemerintah menghentikan lalu lintas air dengan daratan utama. "Sungguh ajaib kami masih hidup, pagi ini tragedi yang sesungguhnya bisa terjadi," kata seorang pedagang surat kabar yang bernama Giorgio Industria kepada harian Il Mattino --yang berpusat di Naples. Lelaki itu mengatakan satu pohon ditumbangkan angin dan tiba-tiba jatuh di dekat kiosnya. Hujan salju yang terus turun pada Jumat menimbulkan kekacauan lalu lintas dan kereta di banyak bagian Italia, termasuk di Wilayah Molise di bagian selatan, tempat salju menyelimuti sampai setinggi satu meter dan puluhan truk yang mengangkut garam dioperasikan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. Banyak ahli setempat memberitahu Stasiun Televisi Resmi Rai bahwa gelombang cuaca sangat buruk disebabkan oleh turunnya tekanan udara secara tiba-tiba sehingga memicu angin kencang selain ditambah oleh pengendapan kuat. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
