Arosuka, (Antara) - Tarif angkutan kota (Angkot) di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, setuju dikurangi rata-rata Rp1.000 per trayek dalam rapat bersama yang digelar Dinas Perhubungan dan Kominfo dengan instansi terkait dan pengemudi angkot. "Hasil rapat yang digelar pada Kamis (22/01) di kantor Dishubkominfo telah menyetujui penurunan tarif rata-rata sebesar Rp1.000 tersebut," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Solok, Dedi Permana di Arosuka, sabtu. Ia menyebutkan, rapat gabungan itu melibatkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Solok, Organda, perwakilan pengemudi angkot dan pengusaha angkutan umum di wilayah setempat. Para peserta rapat gabungan itu, kata dia, sepakat menyetujui penurunan tarif angkutan umum, pasca diturunkanya harga BBM jenis premium dan solar oleh pemerintah pusat sejak Senin (29/01). "Dimana seperti sudah sama kita ketahui harga premium turun dari Rp7.600 menjadi Rp6.600 dan solar dari Rp7.250 menjadi Rp6.400," katanya. Kendati sudah disetujui besaran penurunan tarif angkutan umum itu, kata Dedi, namun penurunan tarif tersebut kapan mulai efektif bisa diberlakukan karena masih menunggu dikeluarkanya peraturan bupati yang mengatur tentang penurunan tarif dimaksud. "Ketika SK bupatinya sudah keluar, secepatnya akan kami umumkan dan otomatis tarif baru sudah bisa diberlakukan," katanya. Kendati demikian, kata dia, atas kesadaran para pengemudi angkutan di wilayah Kabupaten Solok sudah hampir semua pengemudi angkutan umum menurunkan tarif dengan kesadaran mereka masing-masing. Seperti tarif angkutan umum trayek Solok-Cupak-Talang-Guguak-Arosuka hingga Lubuk Selasih, tarifnya sudah turun dari yang sebelumnya RP8.000 menjadi Rp7.000. "Penurunan tarif angkutan umum tersebut dengan sendirinya juga sudah meringankan beban pengeluaran masyarakat para pengguna angkutan umum diwilayah Kabupaten Solok," katanya. Warga Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Aji Kumar (38), menyambut baik penurunan tarif angkutan umum tersebut. Karena, katanya, sejak tarif angkot diturunkan rat-rata Rp1.000 per trayek, maka beban pengeluaranya untuk membayar ongkos angkot pergi ke pasar Solok dari rumahnya di Arosuka, kini jadi ringan dari yang sebelumnya. Pasalnya, kata dia, bila dia pergi berdua dengan isterinya naik angkot, uang yang bisa dihemat dari pembayaran ongkos angkota mereka berdua pulang pergi sebesar Rp4.000 untuk sekali keperluan perjalanan. "Yang jelas kami rakyat miskin dengan ekonomi pasa-pasan, sangat terbantu dengan adanya penurunan tarif angkutan umum oleh pemerintah daerah" katanya. (*/cpw1)
Berita Terkait
Angkot mengangkut rombongan mahasiswa alami kecelakaan di Ngarai Sianok Bukittinggi
Rabu, 5 Oktober 2022 13:56 Wib
BRI-Organda Padang hadirkan pembayaran ongkos angkot lewat QRIS
Rabu, 15 Juni 2022 16:07 Wib
BRI-Organda bersinergi hadirkan pembayaran nontunai ongkos angkot
Selasa, 14 Juni 2022 17:41 Wib
Penerapan Pembayaran Nontunai Angkot Padang
Selasa, 14 Juni 2022 14:31 Wib
Kejari Agam terima berkas tahap II kasus pembunuhan sopir angkot di Obay
Kamis, 24 Februari 2022 16:29 Wib
Polresta Padang tangkap sopir angkot Siteba yang tewaskan seorang guru
Selasa, 4 Januari 2022 17:16 Wib
Pengurangan Jumlah Angkot Di Kota Bogor
Senin, 1 November 2021 14:13 Wib
Mulai Juli, Terminal Klas II B Payakumbuh diaktifkan kembali untuk gairahkan aktivitas angkot
Selasa, 29 Juni 2021 13:41 Wib
