Logo Header Antaranews Sumbar

Akademisi: Sumbar Perlu Kembangkan Industri Galangan Kapal

Selasa, 20 Januari 2015 11:27 WIB
Image Print
Eni Kamal

Padang, (Antara) - Akademisi Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Sumatera Barat Dr Eni Kamal menilai perlu dikembangkan industri galangan kapal di daerah ini menyambut kebijakan pembangunan kemaritiman oleh Presiden Joko Widodo. "Khusus kawasan Sumatera bagian barat industri galangan kapal baru ada di Lampung, oleh sebab itu ini merupakan potensi besar untuk melayani kebutuhan terutama di sepanjang pantai barat Sumatera," kata Eni di Padang, Selasa. Ia mengatakan industri galangan kapal yang tepat dikembangkan adalah pembuatan kapal dari fiber karena saat ini ketersediaan kayu sebagai bahan pembuat kapal makin langka dan sulit diperoleh. "Untuk lokasi ada beberapa pilihan mulai dari Kabupaten Pesisir Selatan, Pasaman Barat hingga Kota Padang," kata Eni, yang juga peneliti ekosistem pesisir dan kelautan. Menurut Eni, industri galangan kapal tersebut akan memenuhi kebutuhan kapal penangkap ikan mengingat potensi laut di Pantai Barat Sumatera cukup besar. "Untuk Sumatera Barat saja potensi perikanan tangkap mencapai 520 ribu ton per tahun, namun yang baru bisa diambil baru sekitar 200 ribu ton," ujarnya. "Sementara, setiap hari nelayan membuat kapal dan saat ini sudah mulai kesulitan karena bahan baku terbatas," katanya. Ia menjelaskan kapal yang terbuat dari fiber memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan kayu diantaranya bahan baku lebih mudah diperoleh, material lebih tahan dan biaya perawatan lebih murah dibandingkan kapal kayu. Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang Zalbadri menganjurkan nelayan yang ada di daerah itu untuk beralih menggunakan kapal fiber mengantisipasi kelangkaan kayu sebagai bahan baku. "Penggunaan kapal fiber lebih praktis, aman dan tahan lama. Oleh sebab itu mari beralih menggunakan kapal fiber," katanya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026