
Pejabat: Dua Tentara, Empat Gerilyawan Tewas di Yaman Timur

Aden, (Antara/Reuters) - Dua tentara Yaman dan empattersangka gerilyawan tewas ketika tentara menyerbu rumahyang digunakan oleh gerilyawan di provinsi timur bergolak Hadramout,kata seorang pejabat keamanan setempat Ahad. Hadramout telah melihat peningkatan aktivitas Al Qaida di Semenanjung Arab (AQAP), yang diusir dari provinsi selatan Shabwa dan Abyan pada awal tahun ini oleh serangan gabungan pesawat tak berawak AS dan tentara Yaman. Laman Kementerian Pertahanan 26 September mengutip sumber militermengatakan serangan itu terjadi di kota Al-Qatan setelah tengah malam. Dikatakan seorang tentara tewas dan lima terluka. Pernyataan itu juga menambahkan bahwa empat gerilyawan tewas dan lima "unsur teroris" ditangkap. Pada Sabtu, seorang pejabat setempat mengatakan serangan pesawat tak berawak telah membunuh tiga tersangka gerilyawan Al Qaida di Hadramout. Pada Kamis tiga tentara Yaman dan dua gerilyawan Al-Qaida tewasketika pasukan keamanan menggagalkan serangan yang melibatkan beberapa mobil bom di sana. Awal bulan ini, tentara Yaman mengirim pasukan tambahan keWilayah Wadi Hadhramaut di timur laut Yaman guna melawan upaya afiliasi AQAP lokal Ansar al Syariah untuk mendeklarasikan Emirat Islam di kota Seiyoun. AQAP mengeksploitasi kekosongan kekuasaan yang diciptakan oleh pemberontakan populer 2011 yang akhirnya menggulingkan Presiden Ali Abdullah Saleh setelah 33 tahun berkuasa untuk mengukir wilayah dominasi di Yaman selatan timur. Sejak itu AQAP telah berulang kali menyerang lembaga-lembaga negara, termasuk kamp tentara dan bangunan negara di seluruhnegeri, menewaskan ratusan orang. Satu negara miskin dengan 25 juta penduduk yang berbagi panjang berbatasan dengan pengekspor minyak dunia Arab Saudi, membuatAmerika Serikat dan sekutunya di kawasan itu khawatir bahwaketidakstabilan lebih lanjut di Yaman dapat memungkinkan AQAP untuk mengkonsolidasikan posisinya dan meluncurkan serangan ke luar negeri. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
