
OPSI: Buruh Bertekad Menangkan Prabowo-Hatta

Jakarta, (Antara) - Ketua Dewan Pembina Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Eddy Purnomo menyatakan kaum buruh bertekad memenangkan pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, pada Pemilu 9 Juli 2014. Eddy Purnomo di Jakarta, Jumat, menilai pasangan Prabowo-Hatta memiliki komitmen kuat untuk memenuhi aspirasi buruh. Ia mencontohkan pada tahun lalu Hatta menyetujui kenaikan upah minimum regional seperti yang diminta buruh karena sudah tidak selayaknya tenaga kerja di Indoneseia dibayar murah. Eddy menegaskan aspirasi kaum buruh berbeda dengan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi. Ia mengatakan aspirasi pengurus Apindo yang bertentangan dengan kaum buruh membuktikan bahwa Apindo lebih banyak kontra dengan kaum buruh, bahkan menyusahkan kehidupan kaum buruh. "Kalau yang didukung Apindo menang dalam Pilpres, pasti revisi UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan yang selama ini diminta pengusaha dan ditolak buruh akan segera terealisasi," katanya. Ia menyebutkan buruh menolak keinginan Apindo merevisi UU Ketenagakerjaan menyangkut permintaan kenaikan upah tiga tahun sekali, memperketat pasal-pasal pemogokan, pemutusan hubungan kerja, menihilkan pesangon, dan penggunaan tenaga kerja asing. Oleh karena itu, katanya, kaum buruh sudah siap melawan dengan bertekad memenangkan Prabowo-Hatta yang membela kepentingan buruh. Ia menjelaskan saat Hatta Rajasa masih menjabat Menko Perekonomian, kata Eddy Purnomo, dia merupakan pejabat pertama di Kabinet Indonesia Bersatu II yang membela kaum buruh. Bahkan, katanya, beberapa kali Menakertrans Muhaimin Iskandar yang juga tim sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla, tidak dapatmenyelesaikan masalah perburuhan dan dibawa ke Menko PerekonomianHatta Rajasa untuk minta diselesaikan. Eddy menyebut Indonesia merupakan salah satu dari lima negara yang memiliki buruh terbesar di dunia. Untuk itu, seluruh buruh Indonesia perlu menyatukan langkah memperbaiki nasibnya, kata Eddy. Saat ini upah yang layak untuk hidup seorang buruh adalah sekitar Rp3,1 juta perbulan dan hanya Prabowo-Hatta yang bisamemberikan kesejahteraan buruh. "Saya sudah keliling ke berbagai kabupaten/kota menanyai para buruh atau pekerja di pabrik-pabrik hingga penjaga toko, mereka sepakat memenangkan Prabowo-Hatta karena kontrak politik yang memanusiawikan kaum buruh dan pekerja," katanya. Ia menyebut kontrak politik Prabowo-Hatta yang memanusiakan buruh antara lain menaikkan gaji dan upah minimum regional sebesar 30 persen, penghapusan tenaga alih daya (outsourcing), memberikan pelayanan pendidikan gratis 12 tahun dan beasiswa hingga lulus perguruan tinggi, dan sebagainya. Bahkan untuk para guru honorer dan wiyata bakti, katanya,memilih Prabowo-Hatta karena mereka akan mendapatkan gaji sesuai upah minimum regional sebelum menjadi pegawai negeri sipil. "Kaum buruh yang pertama paling diuntungkan bilaPrabowo-Hatta menjadi Presiden dan Wakil Presiden," katanya. Pemilu 9 Juli 2014 diikuti dua pasang calon presiden dan wakil presiden, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
