Tanker Minyak Thailand Diduga Dibajak
Sabtu, 31 Mei 2014 19:27 WIB
Kuala Lumpur, (Antara/Reuters) - Sebuah kapal tanker minyak diesel Thailand dengan 14 anggota awak dalam perjalanan dari Singapura ke Indonesia diyakini telah dibajak, kata Biro Maritim Internasional (IMB) Sabtu, kasus besar kedua dalam beberapa bulan
di salah satu perairan tersibuk di dunia.
"Ini bisa menjadi pembajakan. Kami telah mengirim sinyal untuk kapal-kapal di daerah itu untuk berhati-hati dan pihak berwenang telah waspada," kata Noel Choong, kepala Pusat Pelaporan Perompakan IMB yang berbasis di Kuala Lumpur kepada Reuters, Sabtu.
Pihak berwenang kehilangan kontak dengan MT Orapin 4 setelah
berangkat dari terminal di Singapura pada 27 Mei, menurut sebuah
melaporkan dengan IMB.
Tanker tersebut menuju Pontianak, Indonesia.
Perompak menyerbu kapal tanker di lepas pantai Malaysia pada akhir April, mengambil tiga juta liter solar dari kapal tanker.
Pembajakan tanker sebelumnya dan pencurian kargo telah terjadi
lebih dekat ke Singapura, dengan lima insiden terjadi antara tahun 2011-2013, menurut badan pemerintah-ke-pemerintah, Perjanjian Kerja sama Regional tentang Pemberantasan Pembajakan dan Perampokan Bersenjata terhadap Kapal-Kapal di Asia (ReCAAP).
Ada delapan serangan bersenjata di Selat Malaka dan sekitar Singapura pada kuartal pertama tahun ini, dibandingkan dengan
satu pada periode yang sama tahun lalu, kata ReCAAP yang bermarkas di Singapura, meskipun sebagian besar pencurian kecil. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinas Pertanian Serahkan 300 Liter Minyak Goreng untuk Bantuan Tanggap Darurat di Pesisir Selatan
04 December 2025 14:11 WIB
Mentan: Beras dan minyak dikirim bantu korban banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar
29 November 2025 6:14 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018