PBB: Kongo harus Hentikan Pemulangan ke DRC
Senin, 26 Mei 2014 20:59 WIB
Kinshasa, (Antara/AFP) - Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin meminta Kongo-Brazzaville menghentikan pemulangan paksa warga ke negara tetangganya, Republik Demokratik Kongo (DRC).
PBB mengatakan Kongo-Brazzaville telah memulangkan lebih dari 130 ribu warga negara DRC sejak 4 April, sehingga menimbulkan bencana parah kemanusiaan.
Polisi di ibukota Brazzaville pada 3 April melancarkan operasi untuk mengusir pekerja asing ilegal.
Sasaran utamanya adalah warga dari negara tetangga DRC, dengan ibukotanya Kinshasa yang terletak di seberang sungai Kongo dari Brazzaville.
DR Kongo yang tengah menghadapi konflik berada di urutan terakhir indeks pertumbuhan PBB dan selama beberapa tahun puluhan ribu warganya menjadi pekerja kasar di Brazzaville yang kondisinya sedikit lebih baik.
"PBB telah menerima laporan pelecehan fisik, perlakuan buruk, serta kekerasan seksual terhadap warga DRC yang diusir," katanya dalam sebuah pernyataan.
PBB mengatakan, kepala misi MONUSCO di DRC Martin Kobler mengungkapkan keprihatinannya setelah ia mengunjungi kamp transit di pinggir kota Kinshasa dimana ribuan orang yang diusir tersebut dikumpulkan.
"Saya mendengar sejumlah pengakuan korban pelanggaran hak asasi manusia berat serta perlakuan kasar," katanya.
"Saya mendengar cerita anak-anak yang tenggelam di sungai saat diusir paksa. Saya melihat seorang lelaki terluka oleh peluru dan ibu-ibu yang melahirkan sendiri di pinggir Sungai Kongo. Semua ini harus dihentikan," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kongo ingatkan konsekuensi mengerikan apabila PBB gagal campur tangan
29 January 2025 19:12 WIB, 2025
Dimakamkan di Pekanbaru, Panglima TNI hadiri pelepasan jenazah prajurit yang gugur di Kongo
03 July 2020 9:34 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018