Polhut Sedikit, Pemkab Kewalahan Awasi Hutan
Senin, 26 Mei 2014 17:00 WIB
Padang Aro, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengaku mengalami kesulitan dan kewalahan dalam mengawasi kawasan hutan di daerah itu dari pembalakan liar.
"Luas kawasan hutan di Solok Selatan mencapai 235.000 hektare sedangkan kami hanya mempunyai 10 orang polisi hutan yang usianya sudah di atas 40 tahun," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Hutan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten itu Jon Kapi di Padang Aro, Senin.
Dia mengatakan, Solok Selatan pada 2013 memiliki 11 orang polisi hutan (Polhut) tetapi satu orang diantaranya sudah meninggal dunia sedangkan satu lagi akan memasuki masa pensiun.
"Dengan luas kawasan hutan 235 hektare dan petugas yang terbatas membuat kami kesulitan dalam melakukan pengawasan," katanya.
Ia menyebutkan, pihaknya sudah pernah mengusulkan penambahan polhut ke Kementerian Kehutanan tetapi tidak bisa karena kewenangannya di daerah.
Selain itu, katanya, jumlah anggota Pengawasan Hutan Berbasis Nagari (PHBN) tahun ini juga dikurangi karena keterbatasan anggaran.
"PHBN merupakan ujung tombak dalam pengawasan hutan selama ini, tetapi jumlahnya juga dikurangi. Ini akan semakin menyulitkan dalam melakukan pengawasan," jelasnya.
Dia mengungkapkan, jumlah PHBN sebelumnya sebanyak 42 orang, sementara sekarang dipangkas menjadi 30 orang.
Dalam perekrutan PHBN, katanya, lebih memperioritaskan di daerah rawan gangguan serta kawasan hutan yang berbatasan lansung dengan permukiman masyarakat.
"Dengan adanya pengurangan ini maka akan lebih diteliti kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan masyarakat atau yang paling membutuhkan," katanya.
Ia menyebutkan, anggota PHBN ini ditetapkan oleh pemkab setempat setelah menerima usulan dari wali nagari (kepala desa) di setiap daerah.
"PHBN ini hanya bertugas mengawasi dan melaporkan pada Dinas Kehutanan maupun aparat yang berwenang jika terjadi perambahan ataupun gangguan terhadap hutan yang diawasinya," katanya.
Dia menambahkan, polhut yang jumlah terbatas tersebut melakukan patroli rutin 12 kali dalam satu tahun.
"Patroli bisa lebih sering apabila terdapat laporan masyarakat tentang adanya gangguan di kawasan hutan," ujarnya. (*/rik)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Emas sedikit menguat saat investor tunggu data inflasi AS pekan depan
09 September 2023 9:28 WIB, 2023
Harga minyak Senin pagi sedikit berubah di awal sesi Asia saat pasokan membaik
20 February 2023 9:13 WIB, 2023
Pertumbuhan kredit perbankan Januari 2023 sedikit melambat jadi 10,53 persen
16 February 2023 21:39 WIB, 2023
Keluar negeri tanpa laporan, Shin Tae-yong sedikit kecewa dengan Marselino dan Ronaldo Kwateh
03 February 2023 19:37 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018