Juba, (Antara/AFP) - Pihak-pihak bertikai di Sudan Selatan memblokade pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa sementara perang saudara yang telah menghancurkan negara termuda itu terus berlanjut, kata PBB, Kamis. Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS) mengatakan baik pasukan pemerintah maupun pemberontak memblokade patroli mereka, termasuk di provinsi penghasil minyak Unity, salah satu kawasan paling parah terkena imbas pertempuran. "Ada beberapa insiden pembatasan atau penolakan akses bagi patroli UNMISS di Unity dan provinsi-provinsi lain," kata misi tersebut dalam sebuah pernyataan. "Juga di antara pasukan oposisi kami mengalami halangan serupa yang tidak bisa diterima." Di tengah-tengah tekanan internasional, kesepakatan gencatan senjata kedua bulan ini di negara termuda itu telah dilanggar, dalam pertempuran enam bulan yang telah menelan ribuan -- kemungkinan puluhan ribu -- nyawa. Empat juta penduduk atau sepertiga dari populasi negara itu, menghadapi risiko kelaparan, menurut PBB. Kedua belah pihak "mengganggu operasi yang dijalankan misi tersebut serta membuat para personel misi menghadapi risiko keamanan serius", kata PBB. Pasukan keamanan pemerintah telah "menyerang dan menahan secara ilegal" dua staf PBB di ibu kota Juba, katanya. Pemerintah Sudan Selatan sejak 15 Desember terlibat perang dengan kelompok pemberontak, ketika bentrokan antara tentara yang setia pada Presiden Kiir dan mereka yang setia pada Riek Machar yang disingkirkan sebagai wakil presiden, makin memuncak dan menjadi pertempuran berskala luas. (*/WIJ)