Ilmuwan Remaja Asal Mesir Minta Suaka ke AS
Rabu, 21 Mei 2014 12:29 WIB
Los Angeles, (Antara/Reuters) - Seorang remaja Mesir yang sedang berada di Amerika Serikat untuk mengikuti pameran ilmiah bergengsi, memutuskan untuk meminta suaka ke Amerika Serikat.
Permohonan suaka diajukan dengan alasan ia takut pulang ke rumah karena dituduh terlibat dalam protes anti-pemerintah di Kairo, pengacara pemuda itu mengatakan, Selasa.
Abdullah Assem yang menjadi penemu kacamata khusus bagi orang lumpuh kedua tangan dan kaki yang dapat digunakan untuk menjalankan komputer serta berkomunikasi dengan orang lain, terbang ke Los Angeles pada 12 Mei.
Ia berada di Los Angeles hingga saat ini untuk memaparkan temuannya pada Pameran Sains dan Rekayasa Internasional Intel, kata pengacaranya Farida Chehata.
Tiga hari kemudian, pemuda berbakat umur 17 tahun itu menghubungi kantor Dewan Kerjasama Islam - Amerika di Los Angeles untuk menyampaikan kecemasannya kembali ke Mesir, kata Chehata, seorang staf pengacara pada dewan tersebut.
Dengan mendapat dukungan dari kedua orangtuanya di Mesir, Assem memutuskan untuk tetap tinggal di AS dan mencari suaka, kata Chehata yang akan menyampaikan permohonan bocah tersebut.
Dia belum mengajukan permohonan ke pihak imigrasi AS.
"Sungguh sayang dan sangat menyedihkan melihat anak-anak yang mempunyai banyak potensi dan telah melakukan hal-hal besar, tetapi dibuat tidak berdaya oleh pemerintah atas alasan apapun tanpa melalui proses yang benar," katanya.
Perusahaan Intel Corp mendanai pameran tahunan disertai kompetisi sains bagi pelajar pra-perguruan tinggi dari 70 negara lebih dengan hadiah lebih dari lima juta dolar.
Assem ditangkap pada 25 Apil di Kairo dan didakwa ikut serta dalam protes anti-pemerintah dan membakar dua kendaraan polisi.
"Ia melakukan perjalanan ke Kairo dari tempat tinggalnya di kota Assiut untuk membeli sejumlah peralatan elektronik guna kepentingan proyek akademisnya," kata Chehata.
Chehata menyebut dakwaan pada Assem adalah rekayasa dan pemuda itu tidak ikut dalam unjukrasa tersebut.
Assem khawatir tidak akan mendapat proses persidangan yang adil di Mesir dan akan dijebloskan ke penjara bersama para penjahat akan sesuatu dakwaan yang tidak dilakukannya.
Semula pemerintah Mesir tidak mengizinkannya pergi ke AS untuk mengikuti pameran sains tersebut setelah ia ditangkap, tetapi kemudian dibiarkan pergi ke Los Angeles sehari setelah media massa mengabarkan kasusnya.
Assem tinggal bersama kerabat di Los Angeles, kata Chehata.
Perwakilan panitia pameran belum bisa dihubungi untuk memberi komentar, demikian pula kantor penuntut umum Mesir sedangkan juru bicara kementerian Luar Negeri Mesir menolak memberi komentar.
Juru bicara kantor Dinas Kewarganegaraan dan Imigrasi juga menampik berkomentar. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Fadly Amran perintahkan BPBD evakuasi 5 remaja terjebak di aliran Sungai Bangek
16 February 2026 18:31 WIB
Dosen Fikes Unbrah gelar Gencat Seni guna cegah stunting sejak remaja di SMAN 13 Padang
14 November 2025 11:43 WIB
Pelatihan manajemen stres dan pengelolaan emosi bekali 42 kader Posyandu remaja di Kelurahan Andalas
26 October 2025 23:14 WIB
Pariaman fasilitasi 15 remaja pelatihan intensif persiapkan tenaga kerja di Jerman
24 October 2025 18:10 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018