Krisis Akibat Banjir Bertambah Parah di Bosnia-Herzegovina
Selasa, 20 Mei 2014 7:47 WIB
Sarajevo, (Antara/Xinhua-OANA) - Hampir seperempat warga terpengaruh dan menghadapi kekurangan air bersih di Bosnia-Herzegovina (BiH) sementara tim internasional bergegas untuk memberi bantuan pada Senin (19/5).
Sebanyak 950.000 dari seluruh 3,8 juta warga di BiH dipaksa pindah ke tempat yang lebih aman akibat banjir terparah dalam 120 tahun, kata Vjekoslav Bevanda, Ketua Dewan Menteri Bosnia-Herzegovina.
Namun, pemerintah memutuskan untuk tidak mengumumkan keadaan darurat untuk saat ini di seluruh wilayah Bosnia-Herzegovina, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.
Menteri Luar Negeri BiH Zlatko Lagumdzija juga memperingatkan bahwa warga di daerah yang kebanjiran terpaksa menghadapi kekurangan air minum yang bersih.
Lebih dari 100.000 rumah dan gedung rusak akibat banjir dan tanah longsor, katanya. Ia menambahkan konsekuensi banjir itu "sangat mengerikan".
Angkatan Bersenjata Bosnia-Herzegovina dan EUFOR telah mengirim truk, helikopter ke daerah yang kebanjiran, untuk mengeluarkan warga yang terjebak dan membawa mereka ke tempat yang aman. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Duo Manchester United Mbeumo dan Sesko mundur dari tim nasional akibat cedera
24 March 2026 21:10 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018