Arab Saudi Tutup Kedutaan di Libya, Ungsikan Diplomat
Senin, 19 Mei 2014 21:12 WIB
Riyadh, (Antara/AFP) - Arab Saudi menutup kedutaanbesarnya di Tripoli pada Senin dan mengungsikan semua diplomatnya dengan alasan keamanan di Libya, kata laporan kantor berita SPA.
Duta Besar Arab Saudi untuk Libya Mohammed Mahmud al-Ali kepada SPA mengatakan kerajaan tersebut juga menutup konsulatnya di negara Afrika Utara itu "karena keadaan serta keamanan saat ini".
Ia mengatakan semua diplomat di Libya diterbangkan keluar dari negara itu lewat keputusan yang dibuat "berkoordinasi dengan pihak Libya."
Kantor perwakilan tersebut akan dibuka dan para diplomat kembali "setelah situasi stabil di ibukota Libya," tambahnya.
"Kami berkomunikasi dengan pihak Libya terkait semua perkembangan," katanya.
Libya menghadapi serangkaian serangan terhadap para pemimpinnya serta diplomat-diplomat asing di negara Afrika Utara itu, tiga tahun setelah pemberontak yang didukung NATO mengakhiri masa kepemimpinan Moamer Kadhafi selama empat dasawarsa.
Keadaan memburuk menjadi kekacauan sejak Jumat ketika seorang jendral melancarkan serangan terhadap kelompok Islam di kota Benghazi yang merupakan pusat pemberontakan pada 2011.
Pada Minggu kelompok bersenjata menyerang parlemen di Tripoli serta sebuah pangkalan udara di timur negara tersebut.
Aljazair pada Jumat mengumumkan, telah menutup kedutaan besar dan kantor konsulatnya di Tripoli karena "ancaman nyata dan dekat" terhadap para diplomatnya.
Pemerintah pusat Libya berupaya mengembalikan kendalinya atas wilayah yang luas dan sebagian besar berupa padang pasir itu, yang sudah dikuasai persenjataan berat dan secara efektif dipimpin oleh milisi bekas pemberontak.(*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018