Padang, (Antara) - Jumlah pasien terduga sindrom pernafasan timur tengah (MERS-CoronaVirus) yang harus menjalani pemeriksaan dan dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, bertambah tiga orang. Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil, Gustafianof, di Padang, Jumat, mengatakan pasien yang baru masuk ruang isolasi adalah tiga perempuan asal Kota Padang berinisial P (65), A (61), dan JJ (59). "Terhitung sudah sebelas orang yang dirawat karena diduga terserang MERS, empat orang diperbolehkan pulang setelah dinyatakan negatif," katanya. Menurut dia, gejala yang dialami pasien adalah demam, batuk, sedak nafas usai menjalankan ibadah Umrah di Mekkah. Pihak rumah telah mengambil sampel darah untuk dilakukan uji laboratorium sedangkan sampel lendir tenggorokoan dikirim ke Kementian Kesehatan. "Hasil lab empat pasien yang sebelumnya hingga kini belum keluar dan kami masih menunggu informasi dari Kementerian Kesehatan RI. Mudah-mudahan Kita berharap hasilnya negatif, sama seperti empat pasien yang sudah diperbolehkan pulang," jelasnya. Adanya pasien terduga terserang MERS di Sumatera Barat mulai muncul saat pasien pertama masuk ruang isolasi RSUP M. Djamil Padang pada 8 Mei 2014. Umumnya, pasien merupakan jemaah umrah yang baru pulang dari tanah suci dan merasakan gejala-gejala saat tiba di tanah air. Hingga Jumat (16/5), tercatat tujuh pasien masih harus diisolasi di ruang khusus. Mereka dirawat dengan dibantu pasokan O2 (oksigen), diberi infus, pasokan obat lainnya dan ditangani ditangani tim dokter spesialis paru. Sementara, empat pasien yang sudah diperbolehkan pulang adalah N (62), Z(86), N (77), dan S (63). Mereka dinyatakan negatif terinveksi MERS-Cov berdasarkan hasil uji laboratorium Kementrian Kesehatan yang terbit pada 12 Mei 2014. Para pasien tersebut hanya didiagnosa demam biasa, batuk, dan sesak nafas. (*)