Mosul, Irak, (Antara/AFP) - Para gerilyawan menyerang satu pangkalan militer di Irak utara, 20 tentara diculik dan kemudian menembak mati mereka, kata para petugas dan karyawan kamar mayat, Ahad. Para prajurit diculik oleh sekelompok besar gerilyawan di beberapa kendaraan dari satu pangkalan kecil di Ain al-Jahash selatan Mosul, dan mayat mereka ditemukan di daerah itu pada Sabtu malam, kata sumber tersebut. Tetapi laporan-laporan ketika serangan terjadi bervariasi, dengan seorang mayor polisi dan petugas kamar mayat meletakkannya pada Sabtu malam, sementara seorang mayor jenderal angkatan darat mengatakan hal itu terjadi pada awal pekan ini. Mayor polisi mengatakan, tentara-tentara telah ditembak di berbagai bagian dari tubuh mereka dan bahwa tangan mereka tidak terikat. Serangan itu terjadi setelah gerilyawan menewaskan 12 tentara dan melukai 15 lainnya dalam serangan 17 April terhadap pangkalan militer barat Mosul, ibu kota Provinsi Nineveh. Provinsi ini merupakan salah satu daerah kekerasan yang paling konsisten di Irak. Para gerilyawan menentang terhadap pemerintah Irak dan sering menargetkan anggota pasukan keamanan, tetapi jarang tentara dalam jumlah besar diculik sekaligus, terutama dari posisi militer. Pembunuhan-pembunuhan terjadi pada saat Irak menderita gelombang pertumpahan darah berlarut-larut, terburuk yang melanda negara itu sejak pertempuran sektarian brutal memuncak pada 2006-2007 dan menewaskan puluhan ribuan orang. Pemerintah telah berulang kali disalahkan atas kerusuhan pada faktor-faktor eksternal: seperti perang saudara di negara tetangga Suriah. Namun para pengulas dan diplomat mengatakan, kemarahan menyebar luas di kalangan masyarakat minoritas Arab Sunni atas dugaan penganiayaan di tangan otoritas yang dipimpin Syiah, yang juga telah memainkan peran utama dalam kekerasan. (*/WIJ)