Phnompenh, (Antara/Xinhua-0ANA) - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Jumat, menyarankan angkatan bersenjata dan pemerintah daerah di sepanjang perbatasan dengan Thailand tetap tenang. Perdana menteri itu berbicara kepada komandan militer perbatasan dan gubernur melalui "rapat video" pada sidang kabinet mingguan pada Jumat. Kamboja dan Thailand terlibat sengketa perbatasan sengit sejak Juli 2008 ketika UNESCO menambahkan kuil Preah Vihear Kamboja dalam Daftar Warisan Dunia, namun Thailand mengklaim kepemilikan 4,6 km persegi semak-belukar di sebelah kuil. Candi tersebut telah menjadi titik nyala bentrokan bersenjata antara tentara kedua negara sejak saat itu. Namun, ketegangan mereda sejak Juli 2011 ketika Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra kemudian menjabat. Setelah Yingluck mengundurkan diri Mei kembali memicu ketegangan perbatasan. Mahkamah Internasional yang bermarkas di Den Haag (ICJ) memutuskan pada November tahun lalu bahwa Kamboja yang memiliki kedaulatan atas seluruh wilayah candi Preah Vihear itu. Kedua negara sejauh ini belum pernah bertemu dan membhas pelaksanaan putusan ICJ itu. (*/sun)