PM Kamboja Perintahkan Tentara Perbatasan Tetap Tenang
Sabtu, 10 Mei 2014 18:37 WIB
Phnompenh, (Antara/Xinhua-0ANA) - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Jumat, menyarankan angkatan bersenjata dan pemerintah daerah di sepanjang perbatasan dengan Thailand tetap tenang.
Perdana menteri itu berbicara kepada komandan militer perbatasan dan gubernur melalui "rapat video" pada sidang kabinet mingguan pada Jumat.
Kamboja dan Thailand terlibat sengketa perbatasan sengit sejak Juli 2008 ketika UNESCO menambahkan kuil Preah Vihear Kamboja dalam Daftar Warisan Dunia, namun Thailand mengklaim kepemilikan 4,6 km persegi semak-belukar di sebelah kuil.
Candi tersebut telah menjadi titik nyala bentrokan bersenjata antara tentara kedua negara sejak saat itu.
Namun, ketegangan mereda sejak Juli 2011 ketika Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra kemudian menjabat.
Setelah Yingluck mengundurkan diri Mei kembali memicu ketegangan perbatasan.
Mahkamah Internasional yang bermarkas di Den Haag (ICJ) memutuskan pada November tahun lalu bahwa Kamboja yang memiliki kedaulatan atas seluruh wilayah candi Preah Vihear itu.
Kedua negara sejauh ini belum pernah bertemu dan membhas pelaksanaan putusan ICJ itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018