Slaviansk. Ukraina, (Antara/Reuters) - Separatis pro-Rusia di Slaviansk, Ukraina timur, Jumat mengatakan, pasukan Ukraina telah meluncurkan "operasi besar-besaran" untuk merebut kembali kota dan satu helikopter militer telah ditembak jatuh. Seorang fotografer Reuters mengatakan ia melihat sebuah helikopter militer melepaskan tembakan di pinggiran kota dan wartawan mendengar tembakan itu. Di Kiev, seorang pembantu Menteri Dalam Negeri Ukraina Arsen Avakov mengatakan, dia tidak bisa berkomentar. "Sampai tembakan itu berakhir, tidak ada yang mengatakan apa-apa," katanya. Kelompok-kelompok bersenjata yang mengupayakan persatuan dengan Rusia telah menyita sejumlah gedung pemerintah di kota-kota di Ukraina timur. Sementara itu, massa beranggotakan sekira 300 militan pro-Rusia, Kamis, menyerang gedung kejaksaan di kota sebelah timur milik Ukraina, Donetsk, demikian dilaporkan wartawan AFP dari lokasi kejadian. Massa melemparkan batu-batu serta bom-bom Molotov terhadap sekira 100 polisi antihuru-hara yang berjaga-jaga di gedung itu. Pihak polisi bereaksi terhadap serangan dengan melemparkan granat cahaya serta menembakkan gas air mata. Kerusuhan itu merupakan insiden terbaru yang menerpa wilayah timur Ukraina yang sedang ditempa krisis. Massa merampas senjata-senjata dan tameng dari beberapa polisi, yang sejumlah di antaranya melarikan diri. Setidaknya empat petugas kepolisian mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut sementara massa meneriakkan kata-kata "fasis, fasis" ketika melakukan serangan. Gedung itu sendiri diserang dari berbagai arah, demikian menurut wartawan-wartawan AFP. Tidak ada tanda-tanda yang terlihat jelas soal penggunaan senjata api dalam insiden tersebut. Bentrokan terjadi di saat sekira 10.000 pengunjuk rasa pro-Rusia melancarkan demonstrasi di kota itu. Donetsk, kota pusat industri bagi satu juta orang, merupakan jantung wilayah yang disebut para separatis sebagai "Republik Donetsk". Sejak April 28, Donetsk telah menjadi ajang bentrokan disertai kekerasan, yakni ketika pria-pria dengan bersenjatakan pisau, tongkat bola kasti serta batang-batang besi melakukan penyerangan terhadap demonstrasi pro-Kiev. Para pemberontak menduduki gedung administratif daerah pada 6 April dan balai kota pada 16 April. (*/sun)