AS Tuduh Pesawat Rusia Langgar Wilayah Udara Ukraina
Sabtu, 26 April 2014 8:22 WIB
Washington,(Antara/AFP) - Pesawat-pesawat tempur Rusia
melanggar wilayah udara Ukraina beberapa kali dalam 24 jam terakhir, kata seorang juru bicara Pentagon Jumat. Tanda terbaru meningkatnya konfrontasi antara Moskow dan Kiev.
"Saya dapat konfirmasikan bahwa pada beberapa kesempatan dalam 24 jam terakhir, pesawat Rusia telah memasuki wilayah udara Ukraina," kata Kolonel Steven Warren.
Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut, termasuk di mana insiden terjadi atau apa jenis pesawat Rusia yang terlibat.
Warren mendesak Rusia untuk mengambil "langkah-langkah segera guna meredakan situasi."
Dengan ketegangan-ketegangan melonjak, Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel telah mencoba untuk mengatur pembicaraan telepon sejak Kamis dengan timpalannya Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, untuk membahas krisis, namun Moskow belum menanggapi permintaan itu, kata Warren.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Martin Dempsey, telah melakukan pembicaraan dengan timpalannya di Moskow, kata Warren.
Setelah Ukraina mengumumkan operasi militer untuk melawan pemberontak pro-Kremlin, Rusia memerintahkan pasukannya dan pesawat berkumpul di perbatasan untuk meluncurkan pelatihan baru.
Para pejabat pertahanan AS telah mengkonfirmasi satu kesibukan pergerakan pasukan terkait dengan pelatihan yang dideklarasikan dan mengakui ada banyak senjata Rusia di perbatasan untuk segera merebut wilayah Ukraina timur - jika Moskow memilih bertindak seperti itu.
Sementara itu Jerman mengatakan, separatis pro-Rusia telah menahan 13 anggota misi pengamat OSCE di Ukraina.
Wakil Menteri Luar Negeri Kiev, Danylo Lubkivsky, mengatakan di PBB Jumat bahwa pemerintahnya akan menahan diri atas gerakannya terhadao separatis .
Tetapi jika Rusia melintasi perbatasan, "kita akan berjuang untuk membela negara kita," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson tuduh platform streaming Hulu "curi" kisah hidupnya
09 August 2022 11:40 WIB, 2022
Taiwan tuduh China di balik polemik daftar kewarganegaraan penonton Piala Dunia 2022 Qatar
21 June 2022 6:15 WIB, 2022
Perjanjian kapal selam dibatalkan sepihak, Macron tuduh PM Australia berbohong
01 November 2021 10:22 WIB, 2021
Koeman tuduh PSG tak sopan karena bahas Messi jelang laga kedua tim
04 February 2021 11:55 WIB, 2021
Penasihat Gedung Putih AS tuduh China simpan data COVID-19 demi kemenangan
21 April 2020 10:43 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018