Masyarakat Manfaatkan Kotoran Sapi sebagai Energi Alternatif
Kamis, 24 April 2014 16:36 WIB
Painan, (Antara) - Sebanyak 250 kepala keluarga Kabupaten Pesisir Selatan memanfaatkan kotoran sapi sebagai energi alternatif untuk memasak berbagai makanan dan alat penerangan rumah tangga.
Muaslim (45), warga Painan, Kamis, mengatakan memanfaatkan kotoran ternak sebagai bahan energi alternatif tersebut untuk kebutuhan rumah tangganya sudah berjalan sejak tiga tahun terakhir.
Awalnya perlakuan itu hanya dilakukan oleh beberapa kepala keluarga di daerah itu. Namun setelah sekitar sebulan berjalan, berkembang ke beberapa keluarga lainnya hingga kini jumlahnya mencapai 80 kepala keluarga khususnya di Nagari (desa adat) Amping Parak, Kecamatan Sutera kabupaten itu.
Tidak saja itu, bahkan saat ini sudah berkembang kebeberapa nagari lainnya dengan jumlahnya mencapai 250 kepala keluarga.
Menurutnya, untuk pengolahan kotoran ternak menjadi energi alternatif tersebut pihaknya memanfaatkan tiga ekor ternak sapi. Untuk sapi sebanyak tiga ekor tersebut dapat menghasilkan kotoran penghasil energi (api) untuk memasak selama 2,5 jam secara terus menerus dengan satu kompor bio gas.
Sisa kotoran sapi dari proses biogas dapat digunakan sebagai pupuk (kompos) berbagai jenis tanaman, baik padi sawah ataupun tanaman lainnya.
Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Nagari, Perempuan, Keluarga Berencana (KB) Pesisir Selatan, Mawardi Roska, mengatakan, pada awalnya, dalam proses pembentukan kotoran sapi menjadi bio gas hingga mengeluarkan energi alternatif tersebut, masyarakat pemanfaat dibantu oleh pemerintah melalui progam nasional pemberdayaan masyarakat mandiri Pedesaan (PNPM MP).
"Kotoran sapi yang selama ini hanya terbuang begitu saja hingga menimbulkan pencemaran lingkungan, kini telah mampu menyiasati mahalnya bahan bahan bakar minyak (BBM) khususnya minyak tanah, " katanya.
Jika diamati, dengan teknologi pemanfaatan kotoran sapi itu setidaknya telah mampu menekan biaya pengeluaran bagi masyarakat setiap harinya dibanding penggunaan minyak tanah dan bahan bakar lainnya untuk memasak di rumahtangga.
Hingga kini sekitar 62,51 persen dari 125.488 rumah tangga di kabupaten itu masih menggunakan energi yang berasal dari minyak tanah dan kayu bakar untuk memasak. Maka itu pemanfaatan kotoran sapi sangat diperlukan menjadi alternatif.
"Dengan memanfaatkan biogas dari kotoran sapi ini diharapkan dapat menekan biaya pengeluaran bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian dan bersihnya lingkungan dari kotoran ternak, " katanya.
Hingga kini sudah sebanyak 250 kepala keluarga masyarakat di kabupaten itu memanfaatkan kotoran sapi sebagai energi alternatif tersebut. Ke depan diharapkan dapat berkembang kepada kepala keluarga lainnya. (*/jun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Masyarakat manfaatkan PELATARAN ambil produk hasil roya tak perlu tunggu hari kerja
02 February 2026 13:33 WIB
Masyarakat manfaatkan layanan yang buka saat libur Nataru, urus tanah secara mandiri jadi lebih mudah
29 December 2025 18:42 WIB
Masyarakat mulai manfaatkan pengurusan layanan pertanahan di hari pertama libur Nataru
26 December 2025 14:13 WIB
Alex Indra Lukman sebut daerah bisa manfaatkan kayu bekas banjir untuk bangun huntara/huntap
23 December 2025 16:29 WIB
Untuk relokasi, Mensesneg instruksikan Pemprov Sumbar manfaatkan tanah negara
16 December 2025 12:24 WIB
Mensesneg instruksikan Pemprov Sumbar manfaatkan tanah negara untuk relokasi
15 December 2025 22:40 WIB
Beri pengarahan umum di Rakernas 2025, Sekjen ATR/BPN: Pahami renstra dan manfaatkan momentum penghujung tahun
09 December 2025 12:33 WIB
Sawahlunto manfaatkan momentum HJK untuk galang donasi bantu korban bencana Sumbar
29 November 2025 11:09 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018