Jakarta, (Antara) - Sebanyak 22 orang yang digigit anjing liar di Kota Padang telah mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) serta serum anti rabies (SAR) dan saat ini masih dalam pengawasan Dinas Kesehatan setempat untuk antisipasi tertular rabies. "Pemberian vaksin anti rabies (VAR) dan serum anti rabies (SAR) sudah sesuai Protap (prosedur tetap) pada kasus gigitan. Semua kasus masih diawasi dan sejauh ini tidak ada yang menunjukkan gejala Rabies, tapi masih akan dipantau ketat," kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam surat elektroniknya di Jakarta, Kamis. Dua ekor anjing yang menyerang dan menggigit 22 orang di Kota Padang itu telah dibunuh dan dibuang oleh masyarakat sehingga tidak dapat diperiksa dan dipastikan apakah mengidap rabies atau tidak. Meski demikian, Tjandra mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan setempat untuk melakukan vaksinasi terhadap anjing lainnya dan eliminasi anjing liar sebagai langkah antisipasi penularan rabies lainnya. Selain itu, Dinas Kesehatan setempat juga menggalakkan sosialisasi mengenai rabies kepada masyarakat setempat mengenai penanganan luka gigitan anjing liar. "Jika digigit anjing liar segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir dan segera dibawa ke sarana pelayanan terdekat," kata Tjandra mengingatkan. Dinas Kesehatan setempat juga membuka Posko Gigitan di Puskesmas Pauh, Padang untuk mengakomodasi korban gigitan anjing lainnya. (*/sun)