Logo Header Antaranews Sumbar

Dirjen P2PL: Terjadi Peningkatan Cakupan Imunisasi Dasar

Jumat, 4 Januari 2013 13:26 WIB
Image Print

Jakarta, (ANTARA) - Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama melaporkan adanya peningkatan cakupan imunisasi dasar bagi bayi usia 0-11 bulan pada tahun 2012 dibandingkan tahun 2011. "Persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapat imunisasi dasar lengkap pada tahun 2012 hingga triwulan III adalah 68,5 persen, naik dari tahun 2011 yaitu sebesar 57,9 persen. Ada peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Tjandra dalam keterangannya di Jakarta, Jumat. Peningkatan cakupan imunisasi juga terjadi pada jenis imunisasi campak dimana persentase anak usia 0-11 bulan yang mendapatkan imunisasi campak pada tahun 2012 sampai dengan triwulan III adalah 68,5 persen, dibandingkan dengan data tahun 2011 hingga triwulan III yaitu 58,7 persen. Ditjen P2PL juga melaporkan adanya peningkatan terhadap penanggulangan kejadian luar biasa (KLB) kurang dari 24 jam pada tahun 2012 hingga triwulan III yaitu 75 persen dibandingkan dengan tahun 2011 sebesar 70 persen. Perkembangan positif juga ditemui pada Pengendalian HIV/AIDS dimana persentase ODHA yang mendapatkan antiretroviral therapy (ART) pada tahun 2012 hingga triwulan III adalah 79,8 persen dibandingkan tahun 2011 hingga triwulan III yang sebesar 76,8 persen. "Jumlah orang yang berumur 15 tahun atau lebih yang menerima konseling dan testing HIV pada tahun 2012 hingga triwulan III adalah 216.561 dengan jumlah kumulatif sebesar 795.846 sedangkan tahun 2011 hingga triwulan III adalah 69.389 dengan jumlah kumulatif sebesar 369.966, hal ini menunjukkan peningkatan capaian," ujar Tjandra. Selain itu, juga ditemui kenaikan persentase Kabupaten/Kota yang melaksanakan pencegahan penularan HIV sesuai pedoman pada tahun 2012 hingga triwulan III sebesar 77,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar 63,09 persen. Namun Ditjen P2PL juga mencatat adanya kenaikan angka kesakitan penderita DBD per 100.000 penduduk pada tahun 2012 hingga triwulan III sebesar 26.37 dibandingkan data tahun 2011 pada periode sama sebesar 20.38. "Hal ini menunjukkan terjadinya sedikit peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dikarenakan faktor cuaca/iklim yang mendukung peningkatan kepadatan vektor penular DBD atau nyamuk Aedes aegypti," kata Tjandra. Sedangkan untuk penyakit malaria, Ditjen P2PL menunjukkan adanya penurunan angka penemuan kasus malaria per 1000 penduduk pada tahun 2012 hingga triwulan III sebesar 1,2 dibandingkan data tahun 2011 pada periode yang sama yaitu sebesar 1,33. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026