Kemenperin Gelar Pameran Produk Unggulan Lapas
Selasa, 22 April 2014 11:49 WIB
Jakarta, (Antara) - Kementerian Perindustrian RI bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM menggelar pameran yang menampilkan produk-produk hasil industri kreatif para narapidana dari lembaga pemasyarakatan (lapas) seluruh Indonesia.
Kemenperin berupaya mendorong pengembangan industri kreatif karena sektor ini mampu berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Hari ini kami mempromosikan hasil karya terbaik para narapidana se-Indonesia, sehingga masyarakat luas dapat mengetahui potensi yang dimiliki mereka," kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM)Kemenperin Euis Saedah saat membuka pameran itu di Jakarta, Selasa.
Pameran Produk Unggulan Lapas itu diselenggarakan di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian selama empat hari, mulai 22 hingga 25 April, dan dibuka untuk umum pukul 10.00 - 17.00 WIB.
Pameran hasil industri kreatif itu diikuti oleh 44 peserta warga binaan dari lapas di seluruh Indonesia.
Produk unggulan yang ditampilkan, antara lain produk garment, aneka kerajinan tangan, aksesoris, makanan dan minuman, kerajinan daur ulang limbah, serta produk olahan lainnya.
Acara pameran tersebut juga ditunjang dengan berbagai kegiatan, diantaranya tarian, kesenian rempak gendang, "fashion show", dan demo produk industri kreatif.
Menurut Euis, Kementerian Perindustrian sedang memprioritaskan program restrukturisasi mesin dan peralatan bagi IKM melalui fasilitas potongan harga 45 persen untuk mesin rekayasa dari dalam negeri dan 35 persen untuk mesin-mesin impor.
"Diharapkan para narapidana yang sudah bebas dapat memanfaatkan program tersebut dan lebih memahami perkembangan teknologi dalam menciptakan produk yang kreatif dan berkualitas," ujarnya.
Selain itu, kata dia, program itu akan ditindaklajuti dengan peningkatan mutu dan pengembangan desain guna menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan berdaya saing kuat.
"Oleh karena itu, untuk memenangkan kompetisi pasar, para narapidana binaan lapas harus selalu kreatif serta kaya ide dan wawasan sehingga mampu menciptakan suatu karya-karya baru," tutur Euis.
Ia menegaskan, salah satu strategi pembangunan ekonomi dan industri di Indonesia yaitu adanya kemandirian ekonomi.
"Saat ini kemandirian ekonomi nasional telah menjadi tuntutan riil. Salah satu tantangan kita adalah tantangan budaya, yaitu merombak paradigma untuk membentuk pola pikir ekonomi baru yang menjamin kemandirian," ujar Dirjen IKM Kemenperin itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gelar raker, LPTQ Padang fokus bahas strategi pembinaan berjenjang qori dan qoriah
14 February 2026 17:45 WIB
Jelang Ramadan, PMI Tanah Datar gelar gebyar donor darah antisipasi kekurangan stok
13 February 2026 14:05 WIB
Kantor Pertahan Pasaman gelar persiapan pembaruan peta zona nilai tanah 2026
10 February 2026 19:22 WIB
DPD IKA Unand Jabodetabek gelar bazar amal dan pentas seni, kumpulkan donasi Rp100 juta
09 February 2026 11:03 WIB
Catat Rekor MURI, SIG Gelar Pelatihan dan Sertifikasi 500 Ahli Bangunan di Lima Provinsi
06 February 2026 15:06 WIB
BPJS Kesehatan Bukittinggi gelar pemberian informasi langsung ke masyarakat perkuat pemahaman Program JKN
05 February 2026 11:45 WIB
PT Semen Padang Gelar Akademi Jago Bangunan di Bengkulu, Perkuat Kompetensi Tukang
04 February 2026 11:18 WIB