Militan Kashmir Bunuh Tiga Orang Menjelang Pemilu
Selasa, 22 April 2014 6:16 WIB
Srinagar, India, (Antara/Reuters) - Militan membunuh tiga orang di wilayah Kashmir India, Senin, kata polisi, dalam serangan yang tampaknya dimaksudkan untuk mengintimidasi pemilih menjelang pemungutan suara pekan ini.
Serangan-serangan gaya eksekusi itu ditujukan pada dua kepala desa di daerah Anantnag sebelah selatan Srinagar, dan putra salah seorang dari mereka juga tewas.
"Dua kepala desa termasuk diantara tiga orang yang tewas menjelang pemungutan suara di daerah pemilihan Anantnag di Kashmir selatan malam ini," kata deputi kepala kepolisian Pervaiz Ahmad kepada Reuters.
"Kepala desa Mohammad Anwar Sheikh dari Amlar Tral dibunuh sekitar pukul 21.00, sementara di desa lain, Batgund Tral, seorang kepala desa dan putranya ditembak mati oleh militan," katanya.
Lebih dari 47.000 orang -- warga sipil, militan dan aparat keamanan -- tewas dalam pemberontakan muslim di Kashmir India sejak akhir 1980-an.
Pejuang Kashmir menginginkan kemerdekaan wilayah itu dari India atau penggabungannya dengan Pakistan yang penduduknya beragama Islam.
New Delhi menuduh Islamabad membantu dan melatih pejuang Kashmir India. Pakistan membantah tuduhan itu namun mengakui memberikan dukungan moral dan diplomatik bagi perjuangan rakyat Kashmir untuk menentukan nasib mereka sendiri.
Perbatasan de fakto memisahkan zona-zona Kashmir antara yang dikuasai India dan Pakistan.
Dua dari tiga perang antara kedua negara itu meletus karena masalah Kashmir, satu-satunya negara bagian yang berpenduduk mayoritas muslim di India yang penduduknya beragama Hindu.
Serangan-serangan pada 2008 di Mumbai, ibukota finansial dan hiburan India, telah memperburuk hubungan antara India dan Pakistan.
New Delhi menghentikan dialog dengan Islamabad yang dimulai pada 2004 setelah serangan-serangan Mumbai pada November 2008 yang menewaskan lebih dari 166 orang.
India menyatakan memiliki bukti bahwa "badan-badan resmi" di Pakistan terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan-serangan itu -- tampaknya menunjuk pada badan intelijen dan militer Pakistan. Islamabad membantah tuduhan tersebut.
Sejumlah pejabat India menuduh serangan itu dilakukan oleh kelompok dukungan Pakistan, Lashkar-e-Taiba, yang memerangi kekuasaan India di Kashmir dan terkenal karena serangan terhadap parlemen India pada 2001. Namun, juru bicara Lashkar membantah terlibat dalam serangan tersebut. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018