Dahlan Pastikan Bank Mandiri Siap Ambilalih BTN
Kamis, 17 April 2014 11:12 WIB
Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan PT Bank Mandiri Tbk siap mengambilalih saham PT Bank Tabungan Negara Tbk yang akan diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN pada 21 Mei 2014.
"Bank Mandiri siap dan punya kemampuan mengambialih BTN, selanjutnya dijadikan sebagai anak usaha yang khusus menangani penyediaan rumah bagi masyarakat," kata Dahlan, usai menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN di Kantor PT ReIndo (Persero), Jakarta, Kamis.
Namun menurut Dahlan, pola pengambialihan pelepasan saham BTN sebesar 60,14 persen masih belum diputuskan karena harus melalui serangkaian kajian.
"Pokoknya semua cara atau opsi pengambialihan dikaji dan diambil yang terbaik," ujar Dahlan.
Mantan Dirut PT PLN ini menuturkan bahwa semua proses yang dibutuhkan untuk meralisasikan pengambialihan saham BTN tersebut akan ditempuh.
"Minta izin kepada Kementerian Keuangan, izin kepada DPR, apa saja yang membuat prosesnya bisa selesai akan kita jalankan," tegas Dahlan.
Sebelumnya, surat Menteri BUMN tertanggal 11 April bernomor SR-161/MBU/04/2014 yang ditujukan kepada Direktur Utama BTN meminta kepada perseroan untuk menambahkan agenda RUPSLB meminta Persetujuan Prinsip atas Perubahan Pemegang Saham Perseroan.
Menurut Dahlan, setidaknya ada tiga alasan pelepasan Bank BTN kepada Mandiri. Pertama, menolong BTN karena selama sudah tidak sanggup memenuhi tingginya permintaan masyarakat terhadap perumahan.
"Terus terang saja, kebutuhan rumah saat ini mencapai 1,5 juta unit per tahun. BTN tidak mampu memenuhinya," ujar Dahlan.
Kedua, Bank BTN akan menjadi bank terbesar dalam pembiayaan perumahan di Tanah Air.
Ketiga, dengan mengambilalih BTN maka Bank Mandiri akan menjadi salah satu bank terbesar di ASEAN.
"Jadi, BTN tidak akan dimatikan, tidak akan dikubur, tetapi tetap dikembangkan dengan posisi menjadi anak usaha Mandiri," ujarnya.
Adapun dari sisi pemerintah, tambah Dahlan, dengan terbentuknya bank dalam skala besar seperti Mandiri, kelak mampu bersaing dengan bank asing dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN mulai 2015.
Selama ini, ujar Dahlan yang juga peserta konvensi Calon Presiden Partai Demokrat ini, bank-bank di Indonesia kalah besar dibanding bank dari Singapura, Malaysia maupun Thailand.
"Dengan penggabungan ini, maka Mandiri setidaknya sudah bisa mengalahkan bank terbesar Malaysia. Kita tentu tidak ingin bank-bank Indonesia kalah bersaing apalagi di dalam negeri," ujarnya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pastikan layanan prima dan operasional aman, KAI Divre II Sumbar lakukan inspeksi keselamatan lebaran 2026
12 February 2026 11:59 WIB
Borneo kalahkan Bhayangkara 2-1,pastikan tak terkejar Persija di pekan ke-20
07 February 2026 20:40 WIB
Sekjen ATR/BPN pastikan perencanaan anggaran tahun 2026 matang sejak awal
05 February 2026 17:32 WIB