Spanyol Kirim Tujuh Imigran Ilegal Kembali ke Maroko
Kamis, 17 April 2014 9:49 WIB
Madrid, (Antara/AFP) - Spanyol, Rabu, mengirim kembali ke Maroko tujuh imigran sub-sahara Afrika yang tiba di pulau tak berpenghuni Spanyol di dekat Pantai Maroko dengan perahu karet.
Para imigran itu terlihat oleh tentara Spanyol pada Selasa, setelah mereka mendarat di Pulau Congress sekitar empat kilometer (2,5 mil) dari Maroko.
Para prajurit memberikan makanan dan air kepada para imigran itu dan mengembalikan mereka ke Maroko setelah pemeriksaan kesehatan memutuskan mereka kondisi kesehatan mereka baik, menurut perwakilan pemerintah Spanyol di Melilla, yang dekat dengan pulau itu dalam sebuah pernyataan.
Spanyol memiliki dua ceruk di pantai Mediterania Afrika Utara, Melilla dan Ceuta, dan beberapa pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Pulau Congress - salah satu dari tiga pulau yang membentuk Kepulauan Chafarinas - berukuran sekitar 25 hektar ( 60 hektar ).
"Kami jelas tidak bisa membiarkan terbukanya rute lain untuk imigrasi ilegal," kata Abdelmalik El Barkani, perwakilan pemerintah Spanyol di Melilla.
"Ini adalah situasi yang sangat rumit di mana kita semua harus bertindak dengan penuh tanggung jawab, dan saya mengatakan semua yang saya lakukan merujuk pada Spanyol, Maroko dan Uni Eropa. Kita harus memperhitungkan bahwa kita berbicara tentang wilayah yang sangat dekat dengan pantai dari negara ketiga yang tidak dapat menjadi akses ilegal ke Melilla atau daratan, untuk melayani mafia yang mengatur lalu lintas orang-orang itu."
Banyak imigran dari Afrika mencoba rute penyeberangan yang berbahaya untuk mencapai wilayah Spanyol secara ilegal dengan harapan memperoleh pekerjaan dan menempa kehidupan yang lebih baik.
Calon imigran itu mencoba menyerbu pagar perbatasan di sekitar Melilla, yang bersama dengan Ceuta merupakan dua perbatasan darat Eropa dengan Afrika.
Imigran lain telah mencoba untuk berlayar ke wilayah Spanyol di Afrika utara atau ke daratan Eropa dengan kapal bobrok atau memasuki negara itu dengan bersembunyi di bawah kursi mobil.
Human Rights Watch bulan lalu mengecam pemerintah Spanyol karena sewenang-wenang mengembalikan imigran secara teratur ke Maroko dari Ceuta dan Melilla.
Organisasi itu mengatakan praktek tersebut melanggar hukum Spanyol, Eropa dan internasional, terutama saat "imigran yang dipaksa kembali ke Maroko terancam mengalami kekerasan dan pelecehan lainnya di tangan pasukan keamanan Maroko." (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Dharmasraya berpesan tak perlu kirim karangan bunga ulang tahun, diganti bibit tanaman
30 December 2025 16:45 WIB
Pantang Pulang Sebelum Aceh Menyala, PLN UID Sumatera Barat Kirim Tim Tangguh Recovery Kelistrikan
22 December 2025 17:46 WIB
UM Natsir kirim relawan bencana fokuskan logistik, pendataan dan Trauma Healing
21 December 2025 8:11 WIB
Kirim 2,3 ton bantuan, Heli Caracal TNI AU tembus lereng bukit Nagari Sungai Limau Pesisir Selatan
19 December 2025 21:36 WIB
Kembali tunjukkan aksi solidaritas bencana Sumbar, Wako Ramlan kirim bantuan ke Malalak dan Pariaman
17 December 2025 16:18 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018