LSM: Terjadi Serangan "Beracun" di Suriah Tengah
Minggu, 13 April 2014 6:44 WIB
Beirut, (Antara/AFP) - Serangan udara yang dilakukan oleh kubu pemerintah di provinsi Hama, Suriah bagian tengah, telah menyebabkan "gangguan pernafasan dan keracunan, demikian pernyataan Syrian Observatory for Human Rights pada Sabtu.
Sementara itu media milik negara di negara tersebut menuduh kelompok gerilyawan melepaskan gas klorin di tempat yang sama.
Di provinsi Hama, penduduk kota Kafr Zita yang kesulitan bernafas akibat keracunan saat ini sedang dirawat di rumah sakit setelah sebelumnya terjadi serangan dengan sejumlah ledakan bom pada Jumat, kata Syrian Observatory for Human Rights.
"Pesawat-pesawat pemerintah Suriah membombardir Kafr Zita dengan bom yang menimbulkan asap, bau menyengat, dan mengakibatkan sejumlah kasus gangguan pernafasan serta keracunan," kata kepala Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahmad.
Sejumlah aktivis anti pemerintah di wilayah tersebut menulis di Facebook bahwa "pihak pemerintah membombardir Karf Zita dengan bahan beracun, gas klorin, yang menyebabkan lebih dari 100 kasus gangguan pernafasan."
Namun televisi milik negara mengatakan bahwa kelompok al Nusra Fron adalah pihak yang melepaskan gas klorin dalam serangan mematikan di kota tersebut.
"Kami menerima informasi bahwa kelompok teroris al Nusra Front telah melepaskan gas beracus klorin..menyebabkan dua orang tewas dan 100 orang menderita gangguan pernafasan," kata pembawa acara televisi tersebut.
"Selain itu, ada informasi bahwa al Nusra Front sedang merencanakan serangan ke kota Wadi Deif di provinsi Idlib dan kota Morek di provinsi Hama dengan klorin beracun atau sarin," kata dia.
Sejumlah video yang diunggah oleh kelompok oposisi di YouTube mengambarkan sejumlah pria dan anak-anak di sebuah rumah sakit sedang menderita kesulitan bernafas, sementara tiga pemuda lainnya memakai masker oksigen.
Di sebuah video, seorang yang nampak seperti dokter mengatakan "pemboman itu meninggalkan gas berwarna kuning, berbau seperti klorin serta menyebabkan lebih dari 100 orang terluka termasuk di antaranya perempuan dan anak-anak."
Pada masa lalu, kelompok oposisi dan sebagaian besar negara menyalahkan Suriah atas serangan kimia pada Agustus 2013 di dekat Damaskus yang diduga menewaskan lebih dari 1.400 orang.
Pemerintah sendiri menolak tuduhan tersebut namun sepakat untuk menyerahkan cadangan senjata kimianya kepada komunitas internasional untuk dihancurkan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sepanjang Kamis, lima kali banjir bandang susulan terjadi di Maninjau, Agam (Video)
01 January 2026 18:05 WIB
Pemkot Bukittinggi dan BPN Serahkan Sertipikat Tanah Pengganti korban kebakaran
14 November 2025 18:39 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018