PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - PBB berharap masalah penolakan pemberian visa antara Amerika Serikat dan Iran akan "diselesaikan secara bilateral", kata seorang juru bicara PBB, Jumat (11/4). "Ini adalah masalah bilateral antara kedua negara dan PBB berharap itu akan diselesaikan secara bilateral," kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam satu taklimat harian. Ia menanggapi pertanyaan mengenai keputusan Amerika Serikat untuk tidak memberi visa kepada wakil tetap Iran yang baru diangkat untuk PBB. PBB belum secara resmi didekati sehubungan dengan masalah itu, kata Dujarric, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi. Ia menyatakan Kesepakatan Negara Tuan Rumah adalah dokumen umum yang secara jelas meletakkan tanggung jawab. Menurut kesepakatan tersebut, sebagai negara tuan rumah untuk PBB, Amerika Serikat harus memberi hak kepada orang yang diundang ke Markas badan dunia itu di New York, AS. Gedung Putih pada Jumat menyatakan Amerika Serikat telah memberitahu Iran bahwa Amerika Serikat takkan memberi visa kepada Duta Besarnya yang baru diangkat Hamid Aboutalebi, anggota kelompok yang bertanggung jawab atas pengambil-alihan Kedutaan Besar AS di Teheran pada 1979. Majelis Permusyawaratan AS, Kamis (10/4), menyerahkan peraturan yang akan melarang Aboutalebi memasuki Amerika Serikat. Pemungutan suara dilakukan setelah Senat mensahkan satu rancangan undangan pada Senin (7/4). Anggota Senat yang menaja rancangan undang-undang itu mengatakan Aboutalebi mesti dilarang memasuki Amerika Serikat sebab ia dulu adalah anggota kelompok yang menyandera 52 orang Amerika ketika kelompok tersebut menduduki Kedutaan Besar AS di Teheran pada 1979. Kementerian Luar Negeri Iran telah mengecam sikap AS mengenai duta besar barunya itu sebagai tindakan yang tak bisa diterima. (*/jno)