Rusia Tuduh Nato Pertahankan Mental Perang Dingin
Rabu, 9 April 2014 12:55 WIB
Moskow, (Antara/Xinhua-OANA) - Moskow, Selasa (8/4), menuduh NATO mempertahankan mental "Perang Dingin" sehubungan dengan keputusan Pakta Pertahanan Atlantik Utara itu membatasi akses diplomat Rusia ke markas besarnya.
"Kami menyatakan bahwa informasi mengenai tindakan tersebut diposting di laman utama jejaring resmi NATO. Kelihatannya akses diplomat Rusia ke kantor NATO adalah masalah nomor satu aliansi Atlantik Utara tersebut," kata Kementerian Luar Negeri Rusia di dalam satu pernyataan.
NATO pada Senin menyatakan semua wakil misi Rusia, kecuali pemimpinnya, wakil pemimpin dan dua staf pendukung, takkan diberi akses ke markas blok militer itu di Brussel, Belgia.
Selain itu, diplomat lain Rusia harus lebih dulu memberitahu NATO mengenai kunjungan yang mereka rencanakan, mendaftar saat tiba dan dikawal oleh staf keamanan selama kunjungan tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu.
Moskow menyaakan langkah pembatasan semacam itu "sekali lagi mengkonfirmasi bahwa aliansi tersebut tak mamu mengatasi mental perang dingin dan memilih bahasa sanksi dibandingkan dengan dialog".
Hubungan antara Rusia dan NATO telah tegang setelah serangkaian peristiwa di Ukraina, yang telah mengarah kepada perpecahan negeri itu.
Pekan sebelumnya, NATO memutuskan untuk membekukan semua kerja sama praktis dengan Rusia, sementara Moskow mengecam tindakan tersebut dan mencapnya sebagai "keputusan sama-sama kalah".
Wakil Tetap Rusia untuk NATO Alexander Grushko juga mengatakan pada Senin (7/4) peningkatan kehadiran militer Barat di negara Eropa Timur akan "sangat merusak sistem kewajiban timbal-balik antara Rusia dan NATO". (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson tuduh platform streaming Hulu "curi" kisah hidupnya
09 August 2022 11:40 WIB, 2022
Taiwan tuduh China di balik polemik daftar kewarganegaraan penonton Piala Dunia 2022 Qatar
21 June 2022 6:15 WIB, 2022
Perjanjian kapal selam dibatalkan sepihak, Macron tuduh PM Australia berbohong
01 November 2021 10:22 WIB, 2021
Koeman tuduh PSG tak sopan karena bahas Messi jelang laga kedua tim
04 February 2021 11:55 WIB, 2021
Penasihat Gedung Putih AS tuduh China simpan data COVID-19 demi kemenangan
21 April 2020 10:43 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018