10 Orang Tewas Dalam Serangan Gerilyawan di Irak
Senin, 7 April 2014 11:43 WIB
Baghdad, (Antara/Xinhua-OANA) - Sepuluh orang tewas dan sembilan orang lagi cedera dalam serangan terpisah di Irak pada Ahad (6/4), kata polisi.
Pada Ahad dini hari, beberapa pria tak dikenal yang bersenjata memasuki satu rumah seorang pria di Kota Kecil Latifiyah, sekitar 30 kilometer di sebelah selatan Ibu Kota Irak, Baghdad, dan menikam pria itu, istrinya serta empat putranya hingga tewas, kata satu sumber Kementerian Dalam Negeri Irak.
Latifiyah adalah bagian dari daerah bergolak, yang dijuluki "Segi Tiga Kematian", yang menjadi pusat perlawanan terhadap tentara AS dan pasukan keamanan Irak. Kota kecil tersebut adalah satu dari sejumlah kota dengan penghuni mayoritas penganut Sunni yang berada di Ibu Kota Provinsi Babil, Hilla, sekitar 100 kilometer di sebelah selatan Baghdad.
Di Provinsi Anbar, seorang pemimpin kelompok paramiliter lokal dukungan pemerintah, Sahwa, tewas akibat ledakan bom pinggir jalan di dekat mobilnya di bagian selatan Ibu Kota Provinsi itu, Ramadi, sekitar 110 kilometer di sebelah barat Baghdad, kata satu sumber polisi provinsi.
Secara terpisah, beberapa pria bersenjata bentrok dengan anggota kelompok paramiliter Sahwa, di Kota Kecil Khaldiyah, sekitar 80 kilometer barat Baghdad, dan menewaskan seorang anggota paramiliter Sahwa serta melukai tiga orang lagi, kata sumber tersebut, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin.
Milisi Sahwa, yang juga dikenal sebagai Dewan Kebangkitan atau Putra Irak, terdiri atas beberapa kelompok bersenjata dan kelompok perlawanan tangguh Sunni anti-AS yang berpaling melawan jaringan Al Qaida setelah Al Qaida secara membabi-buta membunuh masyarakat Sunni dan Syiah.
sementara itu, seorang prajurit tewas dan dua orang lagi cedera ketika satu bom pinggir jalan meledakkan patroli mereka di Daerah Albu-Bali di sebelah timur Ramadi, tambah sumber tersebut.
Di tempat lain, seorang pembom bunuh diri berusaha menabrakkan mobil tangki yang berisi peledak dan dikemudikannya ke markas komando polisi di Kota Tikrit, sekitar 170 kilometer di sebelah utara Baghdad. Namun beberapa penjaga melepaskan tembakan ke mobil tangkinya dan meledakkannya sebelum kendaraan itu mencapai sasaran. Seorang polisi cedera dalam peristiwa tersebut, kata satu sumber polisi lokal.
Di Provinsi Diyala di Irak Timur, seorang warga sipil tewas dan dua orang lagi cedera ketika satu bom yang dilekatkan pada satu busmini diledakkan di dekat Kota Khalis, dekat Ibu Kota Provinsi tersebut, Diyala, sekitar 65 kilometer di sebelah timurlaut Baghdad, kata satu sumbre polisi.
Dalam peristiwa terpisah, beberapa pria bersenjata yang menggunakan peredam melukai seorang polisi di luar Baquba, kata sumber itu.
Masih di provinsi yang sama, satuan keamanan menangkap seorang tokoh terkemuka milisi Syiah Asab Ahl Al-Haq di Kota Maqdadiyah, sekitar 40 kilometer di sebelah timurlaut Baquba, kata sumber tersebut.
Tokoh itu, yang juga bernama Abu Sajjad, dicari karena terlibat dalam pembunuhan sektarian terhadap masyarakat Sunni di Kota Maqdadiyah, yang kebanyakan warganya berfaham Sunni, tambah sumber tersebut.
Irak menyaksikan kerusuhan terburuknya dalam beberapa tahun belakangan. Menurut Misi Bantuan PBB untuk Irak, sebanyak 8.868 orang Irak, termasuk 7.818 warga sipil dan personel polisi sipil, tewas pada 2013, jumlah korban jiwa paling banyak dalam beberapa tahun. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Solok buka pelatihan dasar CPNS Kota Solok tahun 2026 sebanyak 111 orang
05 February 2026 19:35 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018