Menteri-Menteri Arab Setujui Resolusi KTT
Senin, 24 Maret 2014 6:47 WIB
Kota Kuwait, (Antara/AFP) - Para menteri luar negeri Liga Arab mengatakan mereka menyepakati rancangan resolusi, Minggu, bagi diadakannya sebuah konferensi tingkat tinggi (KTT) di Kuwait pekan ini.
Kesepakatan dicapai kendati terdapat keretakan di antara negara-negara anggota.
"Tidak ada ketegangan sama sekali dalam pertemuan. Negara tuan rumah, Kuwait, bahkan telah memuluskan hubungan," kata Menteri Luar Negeri Irak Hoshyar Zebari kepada para wartawan di akhir pertemuan yang berlangsung satu hari itu.
"Masalah... penarikan duta besar sama sekali tidak pernah disebut-sebut," katanya.
"Tidak ada hal-hal atau masaah yang kontroversial, dan suasananya sangat positif," ujar Zebari.
Ia menolak menjawab pertanyaan tentang apakah upaya-upaya akan dilakukan untuk menangani keretakan.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain telah menarik duta-duta besar mereka dari negara sesama anggota Dewan Kerjasama Teluk, Qatar, sebagai protes atas dukungan yang terlihat dari Doha kepada Ikhwanul Muslim, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Kairo dan Riyadh.
Keretakan antara Qatar dan tiga negara Teluk lainnya serta dengan Mesir diperkirakan akan ditangani selama berlangsungnya pertemuan menteri dan pada KTT dua hari yang akan berlangsung Selasa.
Namun, Menteri Luar Negeri Aljazair Ramtane Lamamra mengatakan, "Tidak semua masalah dibahas di dalam pertemuan. Beberapa masalah dibicarakan di sela-sela, di balik layar."
Asisten sekretaris jenderal Liga Arab urusan politik, Fadhel Jawad, mengatakan para pemimpin Arab akan mengadakan pertemuan khusus saat berlangsungnya KTT dalam upaya untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan di antara mereka.
Menteri luar negeri Maroko, Salahuddin Mezwar, mengatakan para menteri membahas upaya-upaya untuk memerangi terorisme internasional dan cara-cara untuk membatasi dampaknya terhadap negara-negara Arab.
Namun, ia mengatakan soal Ikhwanul Muslim di Mesir atau apakah kesepakatan soal kontraterorisme antar-Arab yang baru akan dicapai, hal itu tidak dibahas dalam pertemuan.
Zebari mengatakan semua rancangan resolusi telah disahkan dengan suara bulat oleh para menteri luar negeri Arab.
Sebuah rancangan resolusi soal konflik Suriah, pertikaian yang telah memasuki tahun keempat pada pekan lalu, mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa agar mengusung tanggung jawab setelah gagalnya perundingan perdmaian Jenewa antara pihak pemerintah dan oposisi.
Pemimpin kelompok oposisi Suriah, Koalisi Nasional, Ahmad Jarba, telah diundang untuk memberikan pernyataan di KTT Arab.
Namun, kursi Suriah di Liga Arab tetap kosong kendati KTT sebelumnya yang berlangsung di Doha memutuskan untuk memberikan kursi kepada pihak oposisi.
Liga Arab mengatakan oposisi Suriah masih harus memenuhi prosedur-prosedur legal untuk mendapatkan kursi tersebut.
Tentang Palestina, para menteri meminta negara-negara Arab untuk menyediakan bantuan dana senilai 100 juta dolar AS (Rp1,1 triliun) setiap bulannya serta menolak mengakui Israel sebagai sebuah negara Yahudi.
Para menteri menyetujui piagam dasar tentang pengadilan hak asasi manusia Arab yang berpusat di Bahrain.
Mereka juga merekomendasikan bahwa KTT berikutnya diselenggarakan di Mesir. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nusron Wahid sambut positif rencana Presiden Prabowo bangun gedung umat di eks-Kedubes Inggris
10 February 2026 10:05 WIB
Dapat dukungan penuh tangani bencana, Gubernur Mahyeldi sampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo
03 February 2026 10:35 WIB
Wako Padang Panjang ajukan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur ke Menteri PU
30 January 2026 18:10 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018