MEP: UE Tak Inginkan Perang Ekonomi dengan Rusia
Jumat, 21 Maret 2014 12:01 WIB
Brussel, (Antara/Xinhua-OANA) - Hannes Swoboda, pemimpin kelompok sayap kiri-tengah Sosialis dan Demokrat di Parlemen Eropa, Kamis (20/3), mendesak para pemimpin Uni Eropa (UE) agar tidak mengobarkan perang dagang dengan Rusia.
"Orang Eropa memerlukan pekerjaan. Perang dagang akan membahayakan ekonomi UE, sebagian dari mereka lebih serius dibanding dengan yang lain," kata EurActiv, organisasi media daring yang berpusat di UE, dengan mengutip Swoboda.
Swoboda mengeluarkan pernyataan tersebut ketika para pemimpin negara anggota UE berkumpul di Brussel untuk menghadapi pertemuan tingkat tinggi musim semi blok tersebut.
Pemimpin tiga negara besar UE --Inggris, Prancis dan Jerman-- mendorong blok 28 anggota-tersebut untuk melakukan tindakan pembatasan lebih keras terhadap Rusia sehubungan dengan krisis Ukraina.
"Kami tak ingin menghadapi perang ekonomi, sebab siapa yang akan jadi korban?" Swoboda mempertanyakan, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat. "Ukraina sendiri. Ukraina bergantung atas minyak, gas (Rusia), tapi bukan hanya masalah ini."
"Jika kita memulai sanksi ekonomi, Rusia akan membalas, dan di mana itu berakhir? Kita menghadapi krisis ekonomi. Rakyat memerlukan pekerjaan. Kita ingin mengeksport. Jadi, mari lah bersikap rasional," ia menambahkan.
Swoboda mendesak para pemimpin UE agar bijaksana dan tetap tenang, serta mencari penyelesaian politik, sebab sekalipun UE mensahkan sanksi ekonomi, "Krimea takkan kembali". (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zulkifli Hasan harap Dewan Bisnis ASEAN-UE beri solusi kerja sama dua kawasan
20 August 2023 14:20 WIB, 2023
Uni Eropa tolak aturan keharusan "Made in USA" untuk perakitan kendaraan listrik
10 March 2023 9:09 WIB, 2023
Minyak turun karena OPEC sedang jajaki tangguhkan Rusia dari kesepakatan produksi
01 June 2022 7:43 WIB, 2022
Minyak melonjak jelang liburan akhir pekan Memorial Day AS dan keputusan embargo UE
28 May 2022 6:42 WIB, 2022
Harga minyak turun karena aksi ambil untung, kekhawatiran pasokan berlanjut
16 May 2022 9:38 WIB, 2022
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018