Kiev, (Antara/AFP) - Perdana menteri baru Ukraina, Areseniy Yatsenyuk, Selasa, mengatakan negaranya tidak mempunyai rencana untuk bergabung dengan NATO setelah gagal bulan lalu di Kiev sewaktu pemerintah pro-Kremlin. Areseniy Yatsenyuk dalam satu pidato nasional di televisi mengatakan, "satu-satu tujuan adalah untuk memelihara persatuan Ukraina, masalah masuknya (Ukraina) ke NATO tidak masuk dalam agenda". "Negara itu akan dipertahankan oleh satu tentara Ukraina yang kuat dan modern," katanya. Perdana menteri baru itu-- yang berkuasa sejak penggulingan presiden dukungan Moskow Viktor Yanukovych 22 Februari -- masih berencana untuk menandatangani di Brussels Jumat porsi politik dari satu perjanjian Uni Eropa yang ditolak oleh pemerintah yang digulingkan November lalu yang memicu aksi protes-protes yang menyebabkan jatuhnya pemerintah itu. Pernyatan-pernyataan Yatsenyuk diucapkan saat Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan langkah-langkah pertama untuk menampung wilayah Ukraina Krimea setelah satu referendum yang disengketakan akhir pekan lalu di mana mayoritas besar pemilihnya mendukung semenanjung Laut Hitam itu melepaskan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia. (*/jno)