Tentara Suriah Serbu Kubu Gerilyawan
Sabtu, 15 Maret 2014 11:47 WIB
Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Tentara Suriah mulai menyerbu Kota Kecil penting Yabroud, yang dikuasai gerilyawan di bagian utara Ibu Kota Suriah, Damaskus, dengan pemboman gencar dan terpusat.
"Tentara Suriah memasuki Kota Kecil Yabroud dari berbagai arah dan bergerak maju ke semua lokasi di kota kecil itu," kata laporan media setempat pada Jumat malam (14/3).
Ditambahkannya, tentara telah merebut semua blok bangunan di pintu masuk kota kecil itu dan daerah sekitarnya.
"Kelompok bersenjata diperkirakan tumbang dalam waktu beberapa jam," kata laporan tersebut.
Pada Jumat pagi, media setempat menyatakan prajurit militer Suriah telah bergerak maju ke perkebunan Yabroud, dan memperketat kendalinya atas gerbang timur dan ujung timur-laut kota kecil itu --yang berbatasan dengan Lebanon, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu siang.
Sementara itu media pan-Arab, Al-Mayadeen, menyatakan petempur Front An-Nusra --yang memiliki hubungan dengan Al Qaida-- telah mendirikan penghalang jalan di Kota Kecil Flaita, sebelah barat Yabroud, dan di dekat perbatasan Lebanon. Mereka berusaha menghalangi petempur gerilyawan meninggalkan posisi mereka di Yabroud, setelah serangan besar militer Suriah.
Pada pertengahan Februari, militer Suriah memulai serangan besar untuk merebut kembali Yabroud dengan menguasai daerah sekitarnya sebelum mendesak ke kota kecil itu.
Yabroud, sekitar 80 kilometer di sebelah utara Damaskus, dipandang sebagai kubu penting gerilyawan bersenjata karena lokasinya. Kota kecil tersebut berada di lereng Wilayah Pegunungan Qalamoun dan di dekat Kota Kecil Ersal di Lebanon --tempat gerilyawan memperoleh senjata dan perawatan medis.
Gua kuno dan daerah terjal Yabroud juga memberi gerilyawan tempat perlindungan dari serangan udara pemerintah.
Para ahli militer mengatakan dengan merebut Yabroud, pasukan pemerintah dapat mengamankan jalan internasional yang menghubungkan Damaskus dengan Provinsi Homs di Suriah Tengah dan beberapa provinsi di Pantai Laut Tengah.
Mereka kemudian juga dapat mencegah arus bom mobil ke dalam negara tetangga Suriah, Lebanon.
Pada Kamis (13/3), Utusan PBB-Liga Arab untuk Suriah Lakhdar Brahimi meminta bantuan guna membantunya menggolkan babak baru pembicaraan perdamaian antara Pemerintah Suriah dan kelompok oposisi guna mengakhiri konflik tiga tahun di negeri itu.
"Kami sangat ingin melanjutkan proses Jenewa ini, tapi kami menginginkan bantuan Dewan Keamanan serta semua yang dapat membantu untuk memastikan bahwa jika, dan ketika, kami mengadakan pembicaraan babak ketiga, itu akan agak lebih produktif ketimbang babak kedua," kata Brahimi kepada wartawan di Markas PBB, New York, setelah memberi penjelasan kepada Dewan 15-anggota tersebut.
Dalam dua babak pembicaraan perdamaian Suriah awal tahun ini --yang pertama pada Januari lalu diikuti oleh babak kedua pada Februari-- kedua pihak berpegang pada posisi mereka tanpa membuat kemajuan mendasar. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Arab Saudi dan Qatar kecam keputusan Israel soal Dataran Tinggi Golan
16 December 2024 9:11 WIB, 2024
Ribuan warga Lebanon melarikan diri ke Suriah di tengah serbuan Israel
29 September 2024 5:52 WIB, 2024
Hokky Caraka akui stamina timnas U-20 sempat menurun saat melawan Suriah
06 March 2023 6:26 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018