Menteri BUMN Tolak Pengembangan Bandara Ahmad Yani
Rabu, 12 Maret 2014 19:34 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. (Antara)
Semarang, (Antara) - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menolak rencana pengembangan dan perluasan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang karena dinilai tidak layak untuk dilakukan dan memberatkan keuangan negara.
"Saya bertemu dengan Pak Dahlan tadi pagi di Bandara Seokarno-Hatta dan beliau menyampaikan kalau rencana pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang tidak bisa dilakukan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Rabu.
Terkait dengan penolakan rencana pengembangan bandara oleh Menteri BUMN tersebut, Ganjar berencana akan melakukan pembicaraan dengan TNI dan PT Angkasa Pura.
Ganjar juga ingin mendapatkan penjelasan dari Kementerian Keuangan untuk mengetahui penghitungan yang dinilai tidak sesuai itu.
"Saya menyayangkan kalau pengembangan bandara batal dilaksanakan karena itu akan merugikan Jawa Tengah, masa iya perencanaan yang lama disebut tidak layak, dugaan saya ada yang keliru dalam proses penghitungan ," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Menteri BUMN Dahlan Iskan menolak pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang melalui surat yang dengan nomor S-131/MBU/2014 yang tertanggal 11 Maret 2014.
Dalam surat tersebut, tertulis jika BUMN tidak sependapat untuk melakukan pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang karena proyek itu dinilai tidak layak dan memberatkan keuangan perusahaan atau negara.
Saat ini proyek pembangunan jalan alternatif menuju Bandara Ahmad Yani dari Sungai Siangker Semarang menuju lapangan parkir terminal baru bandara sudah memasuki tahap terakhir dan rencana pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang yang membutuhkan anggaran Rp1,14 triliun.
Tahap pertama proyek sudah dikerjakan pada 2011 (anggaran dari APBD Perubahan Pemerintah Provinsi Jateng 2011 sebesar Rp4 miliar). Kemudian, tahap kedua pada 2012 menggunakan APBD 2012 Pemprov Jateng dengan anggaran Rp14 miliar dan tahap ketiga total anggaran Rp74,3 miliar (pembagian anggaran Rp51 miliar Pemprov Jateng dan Rp23,3 miliar Pemkot Semarang).
Tahap terakhir 2013 dengan nilai proyek Rp58,5 miliar menggunakan anggaran dari Pemprov Jateng sebesar 75 persen dan sisanya Pemkot Semarang sebanyak 25 persen.
Jalan akses bandara sepanjang 1.336 meter tersebut (sisi utara 500 meter dan sisi selatan 700 meter) dengan lebar 15 meter per sisi tersebut dibangun dengan pembuatan konstruksi, podasi tiang pancang beton, dan pelat beton.
Tujuan awal pembangunan jalan alternatif yang dilakukan pemerintah tersebut, yakni agar dapat memecah kemacetan, mendukung akses serta mempermudah kelancaran pengembangan terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Danantara Bersama BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh
20 December 2025 9:07 WIB
Untuk relokasi, Mensesneg instruksikan Pemprov Sumbar manfaatkan tanah negara
16 December 2025 12:24 WIB
Mensesneg instruksikan Pemprov Sumbar manfaatkan tanah negara untuk relokasi
15 December 2025 22:40 WIB
Bantu korban bencana di Sumatra, SIG kirimkan tim reaksi cepat dan salurkan bantuan hingga dirikan posko
02 December 2025 10:34 WIB
Mendarat di Padang, Dony Oskaria langsung rapat dengan Dirut BUMN, bahas bantuan banjir
01 December 2025 12:26 WIB
InJourney Airports dirikan posko BUMN dan salurkan bantuan tanggap darurat di Sumbar
30 November 2025 11:47 WIB
Dony Oskaria ajak peserta Minang Geopark Run 2025 nikmati alam Minangkabau
25 November 2025 15:58 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018