Libya Cegat Tanker Bermuatan Minyak Pemberontak
Selasa, 11 Maret 2014 13:31 WIB
Benghazi, Libya, (Antara/AFP) - Pemerintah Libya mencegat
tanker berbendera Korea Utara pada Senin yang telah memuat minyak mentah dari pelabuhan timur yang dikuasai pemberontak, saat konflik atas pendapatan minyak utama di negara itu meningkat.
Mantan pemberontak yang menyerukan otonomi untuk wilayah Cyrenaica timur telah memblokade pelabuhan Al-Sidra dan terminal ekspor timur penting lainnya sejak Juli.
Namun kapal Morning Glory berbendara Korea Utara, yang berlabuh di Al-Sidra pada Sabtu, adalah kapal pertama yang mengambil minyak mentah dari pelabuhan yang dikuasai pemberontak sejak kebuntuan dengan pemerintah pusat dimulai.
Para pejabat mengancam aksi bersenjata jika diperlukan untuk menghentikannya ke laut dan mengumumkan bahwa gugus tugas militer yang dibentuk untuk merebut pelabuhan yang dikuasai pemberontak kembali di bawah kendali pemerintah.
"Angkatan Laut dan pasukan revolusioner mengendalikan tanker Morning Glory dan mengawal ke pelabuhan yang dikendalikan negara," kata badan tertinggi legislatif dan badan eksekutif negara, Kongres Umum Nasional, di situsnya.
Menteri Perminyakan Omar al-Shakmak telah mengatakan sebelumnya bahwa kapal telah dicegat Minggu malam dan dimasukkan kembali ke laut.
Kapal berkapasitas 350.000 barel itu hanya memuat 234.000 barel
minyak mentah, kata anggota tim krisis pemerintah.
Kapal-kapal perang telah dikerahkan untuk memblokir Morning Glory setelah Menteri Kebudayaan Amin al-Habib memperingatkan pada Minggu bahwa tanker itu akan "berubah menjadi tumpukan metal" jika mencoba meninggalkan pelabuhan.
Kementerian pertahanan juga telah mengerahkan angkatan udara, kata Kantor Berita resmi LANA.
Washington mengatakan Minggu "sangat prihatin " atas pemuatan minyak yang "diperoleh tidak sah".
"Tindakan ini bertentangan dengan hukum dan jumlah pencurian dari rakyat Libya," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki.
" Minyak milik Libya National Oil Company (yang dikelola negara) dan perusahaan mitra usaha patungan."
Pemerintah pusat Libya yang lemah telah berjuang untuk mengendalikan mantan pemberontak yang menggulingkan diktator lama Moamer Kadhafi dalam pemberontakan 2011.
Minyak adalah sumber utama pendapatan bagi Libya, yang mengikuti blokade produksi terminal jatuh dari 1,5 juta barel per hari menjadi hanya 250.000 barel per hari. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertahanan udara Suriah cegat serangan udara Israel di Palmyra, Pravinsi Homs Timur
21 April 2020 10:18 WIB, 2020
Pertahanan udara Suriah cegat roket Israel di atas ibu kota Damaskus
06 February 2020 8:57 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018