Hizbullah Berikrar Menang Terhadap Pemberontak Suriah
Senin, 17 Februari 2014 7:06 WIB
Beirut, (Antara/AFP) - Kepala Gerakan Syiah Lebanon
Hizbullah, Hassan Nasrallah, berikrar pada Ahad bahwa kelompoknya akan menang terhadap para pemberontak yang berperang di negara tetangganya Suriah.
"Kami akan memenangkan pertempuran ini, insya Allah," katanya tegas, setelah menyebut peran kelompok-kelompok dalam konflik di Suriah sebagai perang melawan "takfiri" - ekstrimis Muslim Sunni.
Hizbullah, sekutu setia rezim Suriah, telah mengirimkan para pejuang ke konflik untuk memperkuat pasukan pemerintah, akhirnya mengakui kehadiran mereka pada April 2013.
Nasrallah telah secara teratur membela keputusannya itu dengan mengatakan, Hizbullah melawan para pejuang jihad, meskipun para pemberontak itu hanya sebagian saja yang berjuang melawan Presiden Bashar al-Assad.
Dia menyampaikan pidato panjang untuk membela keterlibatan kelompoknya di Suriah, yang telah menarik tuduhan dari beberapa pihak di Lebanon bahwa kelompok tersebut melibatkan negara dalam perang di negara tetangga.
"Ini masalah waktu," katanya mengenai kemenangan Hizbullah dalam perang itu.
"Perencanaan dan persiapan ... ada, tetai itu masalah waktu," tambahnya dalam pidato yang disiarkan televisi untuk memperingati pembunuhan tiga anggota senior Hizbullah.
Dia menggambarkan pertarungan di Suriah, yang oleh kelompok pemantau yang berbasis di Inggris perkiraan telah menewaskan beberapa ratus anggota Hizbullah, sebagai satu "perang yang menentukan dan bersejarah".
Keterlibatan Hizbullah dalam konflik Suriah telah menjadi kontroversi di Lebanon, di mana banyak warga Syiah mendukung rezim Suriah dan banyak Sunni yang mendukung pemberontakan yang didominasi Sunni.
Benteng-benteng Hizbullah di Beirut dan di tempat-tempat lain telah ditargetkan dalam serangan mobil bunuh diri dan serangan bom yang menewaskan warga sipil, dengan para kelompok jihad mengatakan bahwa ledakan-ledakan itu sebagai balas dendam atas peran gerakan Syiah dalam konflik Suriah.
Nasrallah mengatakan serangan-serangan, dan lain-lain di Suriah terhadap pemeluk agama minoritas, terbukti bahwa nama kelompok itu diperlukan untuk memerangi ekstremisme di Suriah untuk melindungi
Lebanon.
"Jika kelompok-kelompok bersenjata menguasai Suriah, apa yang dengan masa depan Lebanon?" katanya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
447 PCNU dan PWNU berikrar dukung Gus Yahya dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung
22 December 2021 8:41 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018