KPI: Iklan Kampanye Harus Bebas Isu Sara
Rabu, 12 Februari 2014 13:16 WIB
Jakarta, (Antara) - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta perusahaan-perusahaan penyiaran agar berhati-hati dalam menyiarkan iklan kampanye Pemilu 2014, kata Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia, Idy Muzayyad.
"Lembaga penyiaran harus selektif untuk memilah dan memilih jangan sampai isu-isu penghinaan terhadap agama itu muncul di televisi dan radio karena sudah jelas ada larangannya," kata Idy di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, larangan tersebut sudah dinyatakan secara tegas dalam Undang-undang Pemilu Nomor 8 Tahun 2012 dan Undang-undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002. Selain itu, hal tersebut juga diatur pula dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).
Media massa memiliki peran penting dalam memberi ruang kebebasan berpendapat dan berekspresi dalam Pemilu, tetapi, menurut dia, kebebasan tersebut harus tetap menghormati dan melindungi hak-hak dan kebebasan kelompok minoritas. Karena itu, sambung dia, media massa tidak boleh memuat iklan kampanye yang merendahkan dan menyerang kelompok agama atau kepercayaan tertentu.
Dikatakannya, bila dalam pelaksanaan Pemilu 2014, pihaknya menemukan penayangan iklan yang bermuatan penghinaan, penghasutan dan berbau SARA, KPI tidak akan segan-segan untuk memberikan sanksi terhadap perusahaan penyiaran itu.
"Sanksinya mulai dari teguran hingga penghentian sementara iklan tersebut. Tergantung bobot pelanggarannya, misalnya penodaan agama, penghinaan agama itu termasuk materi yang berat, akan langsung diberhentikan penayangannya," kata Idy.
Dia menambahkan pihaknya juga mengimbau elemen-elemen masyarakat untuk bisa bersinergi dengan KPI bila menemukan penayangan iklan yang memuat pelanggaran isu SARA. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengurus P3I Sumbar dilantik, Pemprov ajak perusahan iklan berkolaborasi promosikan pariwisata
07 March 2023 10:57 WIB, 2023
Akhirnya komplotan judi online iklan di website pemerintah diringkus
27 January 2023 16:34 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018