Pasukan Mesir Tewaskan 16 Gerilyawan di Sinai
Minggu, 9 Februari 2014 20:37 WIB
Kairo, (Antara/Reuters) - Militer Mesir pada Sabtu mengatakan menewaskan 16 gerilyawan di Sinai, dan satu kelompok mengatakan melancarkan serangan bom terhadap polisi di Kairo, yang menandakan kekerasan meluas sejak tentara menyingkirkan presiden Mohamed Moursi.
Militer mengatakan pesawatnya menghantam kelompok garis keras Islam di dekat perbatasan Sinai dengan Jalur Gaza pada Jumat petang.
Pernyataan menyebut diri anggota Kelompok Ikhwanul Muslimin, membantah tuduhan pemerintah bahwa mereka melakukan kekerasan.
Militer berusaha menguasai kembali Sinai Utara dari tangan kelompok Islam bersenjata, mengubah fokus serangan mereka dari Israel ke pemerintah sejak Moursi, pemimpin Ikhwanul Muslimin, yang disingkirkan pada Juli dalam unjuk rasa besar terhadap pemerintahnya.
Mesir mengumumkan Ikhwanul Muslim adalah kelompok teroris.
Ikhwanul Muslimin mengatakan berjanji melakukan kegiatan damai.
Militer mengatakan, Sabtu satu bom pinggir jalan dan serangan senjata api terus meningkat di Lembah dan Delta Nil.
Pernyataan dikeluarkan kelompok gerilyawan baru --Ajnad Misr atau Tentara Mesir-- mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan bom di Kairo yang ditujukan pada polisi Mesir Jumat dan berikrar akan melancarkan serangan-serangan lagi terhadap pasukan keamanan.
Ajnad Misr muncul akhir bulan lalu, mengaku bertanggung jawab atas enam serangan pada akhir Januari, kata SITE.
"Pasukan keamanan tidak akan aman dari pembalasan terhadap mereka," kata pernyataan mereka.
"Serangan kami terhadap mereka akan dilanjutkan apabila mereka terus melakukan kejahatan," kata pernyataan itu,
Pernyataan yang dikirim pada satu laman Facebook yang dikutip satu laman yang digunakan kelompok-kelompok garis keras dan oleh kelompok intelijen SITE, yang memantau lokasi-lokasi seperti itu.
Banyak serangan diklaim oleh Ansar Baytal-Maqdis, satu kelompok yang berpangkalan di Sinai Utara.
Pihak berwenang dukungan militer menindak tegas pendukung Moursi sejak ia disingkirkan. Ratusan pendukungnya tewas dalam protes-protes selama beberapa minggu setelah ia digulingkan dan ribuan orang lagi ditahan.
Ratusan anggota pasukan keamanan tewas akibat serangan-serangan bom dan kena tembak sejak itu.
Dalam satu serangan di luar Kairo, Kementerian Dalam Negeri mengatakan polisi menyita satu tempat penyimpanan senjata termasuk 10 bom di simpan di satu apartmen oleh seorang anggota anggota Ikhwanul Muslimin.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan satu dari bom-bom yang disita dalam penggeledahan di apartmen dekat Kairo itu, 30km dari ibu kota itu memiliki berat 25kg dan dilengkapi dengan alat pencatat waktu dan alat pengendali dari jarak jauh. Sembilan lainnya disebut dirakit secara primitif.
Seorang tersangka mengaku anggota Ikhwanul Muslimin mengatakan ia menerima senjata dari anggota partai politik kelompok itu,kata Kementerian Dalam Negeri.
Ikhwanul Muslimn, sebagian besar pemimpin mereka dipenjarakan membantah tuduhan seperti itu pada waktu lalu. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mesir melangkah ke semifinal Piala Afrika 2025 setelah tumbangkan Pantai Gading 3-2
11 January 2026 6:29 WIB
Lima pelajar asal Pariaman lanjutkan pendidikan tinggi ke Mesir dan Arab Saudi
12 September 2025 16:54 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018