Malala Dicalonkan untuk Penghargaan "Nobel Anak"
Kamis, 6 Februari 2014 20:41 WIB
Stokholm, (Antara/AFP) - Siswi Pakistan Malala Yousafzai, yang selamat setelah ditembak kepalanya oleh Taliban, dicalonkan untuk Penghargaan Anak Dunia di Swedia pada Rabu karena memperjuangkan hak anak perempuan untuk memperoleh pendidikan.
"Dia pribadi adalah anak-anak, tapi berjuang untuk hak anak-anak perempuan memperoleh pendidikan di Pakistan dan hak anak-anak perempuan di dunia secara keseluruhan," kata Liv Kjellberg, 15 tahun, anggota juri penghargaan internasional itu.
Malala tahun lalu dinominasikan untuk memperoleh penghargaan Nobel Perdamaian dan memenangkan penghargaan Hak Asasi Manusia Uni Eropa Sakharov atas pengorbanannya untuk hak semua anak guna memperoleh pendidikan.
Bocah perempuan yang kini berusia 16 tahun itu, sekarang tinggal di Inggris setelah menjalani perawatan kesehatan, ditembak oleh seorang pria bersenjata Taliban pada tahun 2012 karena pandangan terbukanya tentang pendidikan di kampung halamannya di barat laut Pakistan.
Penghargaan Anak Dunia -yang juga dikenal sebagai "Penghargaan Nobel"- dibentuk pada 2000 untuk meningkatkan kesadaran hak-hak anak di 60 ribu sekolah di 110 negara melalui program-program pendidikan yang meliputi memilih pemenang penghargaan hak asasi manusia dan menentukan pemenang penghargaan.
Dua calon lain untuk penghargaan tahun ini adalah John Wood, pendiri yayasan amal pendidikan Room to Road yang berbasis di Amerika Serikat, dan Indira Ramanagar, seorang aktivis Nepal yang membantu anak-anak tahanan.
Ketiga nominator itu akan menerima bagian dari total hadiah 100 ribu dolar AS atau 74 ribu euro yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan mereka pada upacara penghargaan di luar Stockholm pada Oktober 2014. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prestasi Phil Foden sehingga dicalonkan jadi pemain terbaik dan pemain muda terbaik Inggris
03 June 2021 6:12 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018