Beirut, (Antara/AFP) - Setidaknya 16 pemberontak Suriah tewas Ahad dalam serangan bom kembar yang dilakukan oleh pelaku jihad Negara Islam Irak dan Mediterania (ISIL), kata sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Sekitar 20 pemberontak lainnya terluka dalam serangan itu, beberapa dari mereka serius, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Serangan itu terjadi di kota al-Ra'ei, tidak jauh dari perbatasan Suriah dengan Turki, kata kelompok itu. Observatorium mengatakan seorang pejuang ISIS meledakkan dirinya di markas satu brigade pemberontak kubu Islam di kota Aleppo, dekat perbatasan dengan Turki. Sebuah bom mobil meledak di luar pada saat yang sama, kata kelompok itu. Para pemberontak brigade Islam yang telah bergabung dengan pemberontak moderat melawan ISIL sejak awal Januari. Observatorium mengatakan pemboman itu terjadi pada saat para pejuang berkumpul di kantor pusat untuk membicarakan kemungkinan gencatan senjata dalam pertempuran dengan ISIS, yang telah berkecamuk di seluruh wilayah yang dikuasai pemberontak. Pelaku pengebomn dilaporkan telah menawarkan untuk berunding dengan pemberontak atas nama ISIL, tapi pelaku kemudian meledakkan sabuk peledaknya di dalam markas. Bentrokan pemberontak- kubu jihad telah menewaskan sekitar 1.400 orang sejak dimulai, meskipun Observatorium mengatakan jumlah korban sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi karena kedua pihak tertutup tentang kerugian mereka. Beberapa di oposisi Suriah awalnya menyambut para pelaku jihad asing ke dalam konflik, menghargai pengalaman medan perang mereka, senjata dan pendanaan. Tetapi ISIS telah menemukan dirinya semakin diperangi, setelah menghadapi tuduhan menyalahgunakan pemberontak saingan dan warga sipil di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak, dan berfokus pada mengkonsolidasikan kekuasaannya daripada melawan rezim. (*/sun)