Dahlan Ragukan Kemampuan Dirut Merpati
Selasa, 28 Januari 2014 16:30 WIB
Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengisyaratkan bahwa dirinya masih meragukan kemampuan direksi PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) untuk menyelesaikan masalah secara keseluruhan.
"Menyelesaikan masalah Merpati memang sulit. Tapi lebih sulit lagi mencari Dirut yang mampu menyelesaikan persoalan perusahaan itu," kata Dahlan, usai acara pertemuan dengan Australian Broadcasting Corporation (ABC), Australia, di Jakarta, Selasa.
Menurut Dahlan, saat ini Merpati terlilit utang hingga sekitar Rp6,7 triliun sehingga membuat perusahaan sulit untuk bangkit dan berkembang.
Untuk itulah dalam kondisi seperti sekarang ini, Dahlan meragukan kemampuan direksi Merpati yang dikomandoi Dirut Merpati Asep Ekanugraha untuk dapat menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi perseroan.
Meski begitu, Dahlan pun tidak menyebutkan kinerja Asep dan direksi lainnya yang baru menjabat sebagai orang nomor satu di Merpati sejak 31 Juli 2013 atau genap sekitar 6 bulan.
"Sebelum mereka menjabat, saya sudah menanyakan kepada lima calon direksi ketika itu, apakah mau dan mereka siap. Tapi dia (Asep) bilang bisa," ujar Dahlan.
Padahal pemegang saham menginginkan pemimpin perusahaan penerbangan pelat merah tersebut tidak berorientasi terhadap uang, melainkan memiliki ide segar dan jalan keluar yang bisa membangkitkan Merpati dari keterpurukan.
Bahkan belakangan ketika belum terlihat titik terang penanganan Merpati, Dahlan bahkan mengaku sempat ingin mengganti jajaran direksi Asep dan kawan-kawan, karena dinilai lamban dalam menerapkan "business plan".
"Sudah ada calon yang lolos fit and proper test. Jadi sesungguhnya sempat terpikirkan (ganti direksi) ketika mereka lambat dalam mendirikan anak usaha. Tapi tidak jadi, kita lihat saja dan beri kesempatan," ujar Dahlan.
Menurut catatan, Merpati kini fokus pada pembentukan anak usaha untuk kemudian bermitra dengan dua perusahaan swasta lokal dengan pola Kerja Sama Operasional (KSO).
Selain itu, Kementerian BUMN juga menyetujui opsi pelepasan anak usaha Merpati, yaitu PT Merpati Maintenance Facilities (MMF) dan Merpati Training Center (MTC) kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk kemudian mencari peminat yang bersedia menjadi investor. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Padang Panjang ragukan anjing liar yang ditangkap warga Ikua Lubuak
29 July 2024 18:38 WIB, 2024
Tak ragukan kualitas lini serang Indonesia, Jordi Amat: kami mau menang
09 January 2023 6:58 WIB, 2023
Bupati ragukan adanya masyarakat Tanah Datar yang terpapar radikalisme
13 April 2022 18:07 WIB, 2022
Mantan pemain Juventus Del Piero ragukan Juventus bisa jadi juara Liga Champions
23 February 2022 6:20 WIB, 2022
Meski gagal pertahankan gelar, Klopp tak pernah ragukan mental dan karakter Liverpool sepanjang musim
22 May 2021 7:27 WIB, 2021
Cedera tulang rusuk, pelatih PSG ragukan Neymar bisa tampil lawan Dortmund
13 February 2020 12:38 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018