Karzai Isyaratkan Persetujuan Afghanistan-AS Batal
Sabtu, 25 Januari 2014 17:18 WIB
Kabul, (Antara/AFP) - Presiden Hamid Karzai pada Sabtu mengisyaratkan bahwa persetujuan untuk mengizinkan pasukan Amerika Serikat tetap berada di Afghanistan dapat batal, sementara tentara NATO mundur setelah satu dasawarsa pertempuran melawan Taliban.
Di penghujung tahun lalu, Karzai membuat keputusan mengejutkan dengan tidak segera menandatangani perjanjian keamanan dwipihak (BSA) dengan AS, kendati majelis nasional Loya Jirga memberikan suara kepada dia untuk mengambil tindakan itu.
Washington bertambah frustrasi oleh manuver Karzai terkait persetujuan itu, dengan menekankan bahwa perundingan-perundingan dirampungkan pada November dan naskah yang sudah disetujui siap untuk ditandatangani.
"Afghanistan sama sekali tak akan menerima atau menandatangani apapun di bawah tekanan," kata Karzai kepada wartawan di Kabul. "Kalau mereka ingin keluar, maka mereka pergi dan kami akan meneruskan kehidupan kami ... syarat utama kami ialah dimulainya proses perdamaian."
AS sebelumnya mendorong BSA ditandatangani pada akhr Oktober sehingga koalisi militer NATO dapat menjadwal penarikan pasukannya pada akhir tahun ini.
Tetapi batas waktu telah terlewati karena Karzai menolak menandatangani dan bahkan menyarankan penggantinya dapat membuat keputusan akhir setelah pemilihan presiden pada 5 April.
Karzai pada Sabtu mengulangi bahwa sebelum dia menandatangani BSA, AS harus mendorong proses perdamaian yang tulus dengan militan Taliban dan juga menghentikan kerja sama militer.
"Dimulainya proses perdamaian akan berartti bahwa tak ada orang asing dapat mengambil manfaat dari berlanjutnya perang," ujar Karzai.
Sekitar 58.000 tentara tempur pimpinan NATO masih di Afghanistan dakan keluar pada akhir 2014.
Washington mengusulkan sekitar 10.000 tenetara AS dikerahkan dari 2015 untuk melatih dan membantu pasukan keamanan Afghanistan dalam pertempuran mereka melawan militan Taliban.
Satu kantor Taliban di Qatar yang dibuka Junmi lalu dimaksudkan untuk memimpin pembicaraan perdamaian tetapi keberadaannya membuat Karzai tersinggung setelah kantor itu seperti kedutaan bagi pemerintahan di peengasingan.
Para pejabat Afghanistan menepis kemungkinan bahwa AS akan mengambil "pilihan nol" dengan menarik seluruh pasukannya seperti terjadi di Irak, yang saat ini dilanda kekerasan berdarah. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Erick isyaratkan PSSI segera naturalisasi Tim Geypens dan Dion Markx
15 November 2024 5:03 WIB, 2024
Saham-saham Wall St Rabu pagi anjlok imbas Powell isyaratkan kenaikan suku bunga lebih tajam
08 March 2023 6:28 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018