Jerusalem, (Antara/Xinhua-0ANA) - Dua roket jatuh pada Senin malam di sekitar dekat kota selatan Israel Eilat, kata polisi Eilat mengkonfirmasikan berita itu kepada Xinhua. Polisi mengatakan roket itu tampaknya menghantam daerah terbuka di dekat kota, tidak menyebabkan kerusakan atau cedera. Laporan awal mengatakan beberapa ledakan terdengar di kota. Juru bicara militer mengatakan bahwa tentara Israel memindai daerah itu untuk sisa-sisa roket. Militer Israel percaya bahwa roket-roket itu ditembakkan oleh gerilyawan garis keras yang berada di Semenanjung Sinai, yang berafiliasi dengan Al Qaida. Sementara itu, surat kabar Israel Haaretz mengutip sumber-sumber pertahanan di Mesir mengatakan, bahwa tentara Mesir mengumumkan keadaan siaga tinggi di Gubernuran Utara Sinai menyusul peringatan serangan teror yang direncanakan terhadap sasaran militer dan penjaga perbatasan. Peringatan diterima setelah serangkaian operasi terhadap sel-sel teror di Sinai Utara dalam beberapa hari terakhir, kata surat kabar online Mesir Al-Youm al-Saba'. Pada Agustus lalu, baterai anti-rudal Iron Dome berhasil mencegat roket yang diluncurkan menuju Eilat, tanpa kerusakan atau cedera. Dua roket ditembakkan ke arah Eilat pada April 2013, sedikit merusak bangunan perumahan. Gerilyawan Gaza telah menembakkan roket dan mortir ke Israel selatan pada banyak kesempatan, menyebabkan para pejabat Israel untuk terus mengubah sistem pertahanan mereka. (*/sun)