Bogota, (Antara/AFP)- Setidaknya sembilan anggota pemberontak FARC tewas dalam bentrokan senjata dengan militer Kolombia kendatipun perundingan perdamaian diselenggarakan antara kedua pihak di Kuba, kata militer, Ahad. Operasi militer dilakukan di kota Tame, Kolombia utara, dekat perbatasan dengan Venezuela. "Setidaknya sembilan gerilyawan FARC tewas dalam operasi gabungan antara angkatan udara dan darat, berdasarkan informasi sementara," kata seorang juru bicara militer di Bogota. Pemberontak menembaki sebuah helikopter militer tetapi tidak berhasil menjatuhkan pesawat itu, tambahnya. Perundingan perdamaian telah diselenggarakan di Havana selama lebih 14 bulan, dalam usaha mengakhiri pemberontakan paling lama di Amerika Latin. Kedua pihak saling menukar usulan Rabu mengenai salah satu dari mata acara dalam agenda utama, narkoba ilegal. Kendatipun kemajuan berjalan lambat, Presiden Juan Manuel Santos, Jumat mengatakan ia mengharapkan akan menyelesaikan perundingan-perundingan pada tahun 2014, tetapi ada keraguan satu perjanjian akan ditandatangani sebelum pemilihan presiden pada Mei mendatang. Perundingan-perundingan itu dimulai November 2012. FARC (Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia) yang didirikan tahun 1964 adalah kelompok pemberontak terbesar negara itu, diperkirakan memiliki 7.000 sampai 8.000 petempur. (*/sun)