Jakarta, (Antara) - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) melalui anak usahanya PT Austindo Aufwind New Energy resmi mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas di Belitung dengan nilai investasi sekitar 3,5 juta dolar AS. Direktur Utama Austindo Nusantara Jaya Suwito Anggoro dalam siaran pers di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa pembiayaan proyek pembangkit tenaga listrik biogas di Belitung itu diperoleh dari sebagian hasil penawaran umum saham perdana (IPO) sebesar satu juta dolar AS dan sisanya berasal dari dana kas internal Perseroan. "Kami memilih Belitung sebagai lokasi pabrik pertama dengan mempertimbangkan banyak faktor, antara lain, infrastruktur yang baik, kemudahan akses serta dukungan dari pemerintah dan masyarakat setempat," jelas Suwito. Ia mengemukakan bahwa pembangkit listrik tenaga biogas itu berkapasitas 1,2 Mega Watt (MW) akan menghasilkan energi listrik yang diolah dari limbah pabrik kelapa sawit yang dihasilkan dari kebun kelapa sawit Perseroan di Belitung. Ia menambahkan saat ini perseroan melalui anak perusahaannya, PT Sahabat Mewah dan Makmur memiliki kebun kelapa sawit di Belitung dengan area tertanam seluas 14.229 hektare serta pabrik kelapa sawit dengan kapasitas produksi sebesar 60 ton per jam. Ia mengatakan bahwa pembangkit listrik di Belitung itu merupakan yang pertama dibangun oleh anak usaha dan rencananya akan dilanjutkan dengan pembangunan pusat pembangkit tenaga listrik di kebun-kebun lain milik Perseroan yang tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Papua. "Seluruh pasokan listrik yang diproduksi itu disalurkan ke jaringan distribusi PT PLN (Persero) dan dibeli oleh PLN sesuai dengan 'Power Purchase Agreement' dengan harga Rp975 per kWh. Penjualan listrik itu dilakukan sesuai dengan ketentuan 'Feed-in Tariff' untuk biogas berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 04 tahun 2012," paparnya. (*/sun)