Pasukan Libya Tahan Dua Warga AS di Benghazi
Jumat, 3 Januari 2014 5:21 WIB
Benghazi, Libya, (Antara/Reuters) - Dua warga AS ditahan oleh pasukan Libya di markas mereka di kota Benghazi, kata sumber-sumber keamanan setempat dan militer kepada Reuters, Kamis.
Jati diri kedua warga AS itu masih belum diketahui, dan tidak jelas mengapa mereka ditahan.
Kedutaan Besar AS di Libya belum bisa dihubugi untuk diminta komentar mereka mengenai hal itu.
Jumat pekan lalu, empat personel militer AS ditangkap oleh pihak berwenang Libya dan ditahan selama beberapa jam sebelum dibebaskan, kata beberapa pejabat AS.
Setelah pemberontakan 2011 yang menggulingkan pemerintah Muamar Gaddafi, militan di Libya timur menyerang aparat keamanan, warga asing, hakim, aktivis politik serta pekerja media, yang menewaskan lebih dari 300 orang.
Pada 5 Desember, seorang guru Amerika ditembak mati di Benghazi, 15 bulan setelah serangan mematikan terhadap konsulat AS di kota Libya timur itu.
Korban tewas adalah seorang warga AS yang mengajar di sekolah internasional di kota itu, kata juru bicara badan keamanan Ibrahim al-Sharaa.
Pada hari yang sama, dua prajurit Libya tewas ditembak dalam insiden-insiden terpisah - serangan mematikan terakhir terhadap aparat keamanan dalam beberapa pekan ini.
Pada 28 November, tiga prajurit tewas ketika militer bentrok dengan militan Ansar al-Sharia pada hari terakhir pemogokan tiga hari untuk memprotes keberadaan milisi di kota itu.
Dalam serangan lain pada hari itu, orang-orang bersenjata yang naik sebuah kendaraan memberondongkan tembakan ke arah dua prajurit ketika mereka memasuki sebuah mobil setelah meninggalkan kafe, menewaskan satu orang.
Dewan kota Benghazi mengumumkan pemogokan tiga hari setelah patroli militer diserang di dekat markas Ansar al-Sharia, kelompok militan yang dituduh bertanggung jawab atas serangan terhadap misi AS pada 2012.
Benghazi, tempat lahirnya pemberontakan anti-pemerintah yang menggulingkan rejim Muamar Gaddafi, dilanda pemboman dan serangan-serangan terhadap aparat keamanan dan juga konvoi serta organisasi internasional dan beberapa misi Barat.
Pihak berwenang menyalahkan kelompok garis keras atas kekerasan itu.
Militan yang terkait dengan Al Qaida menyerang Konsulat AS di Benghazi yang menewaskan Duta Besar AS untuk Libya, Chris Stevens, dan tiga warga lain Amerika pada 11 September 2012.
Pemerintah baru Libya hingga kini masih berusaha mengatasi banyaknya individu bersenjata dan milisi yang memperoleh kekuatan selama konflik bersenjata yang menggulingkan Muamar Gaddafi. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga minyak naik di tengah kekhawatiran atas Rusia, gangguan pasokan Libya
22 April 2022 6:21 WIB, 2022
Harga minyak naik karena pemadaman Libya menambah kekhawatiran pasokan Rusia
19 April 2022 6:06 WIB, 2022
Otoritas Libya bebaskan Saadi Gaddafi putra Muammar Gaddafi yang digulingkan
06 September 2021 10:22 WIB, 2021
Harga minyak tergelincir, tertekan kekhawatiran melonjaknya kasus COVID di India
27 April 2021 6:52 WIB, 2021
Harga minyak dunia jatuh ketika pasokan AS, Libya, Norwegia mulai beredar
13 October 2020 8:15 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018