Pemberontak Tewaskan Tiga Tentara Yaman
Minggu, 22 Desember 2013 8:16 WIB
Aden, (Antara/AFP) - Kelompok suku menewaskan tiga tentara Yaman dalam serangan terhadap satu pos militer Sabtu, saat hari kedua konfrontasi yang memicu kematian seorang kepala suku yang melumpuhkan kota-kota seberang selatan bergolak.
"Warga suku menyerang pos pemeriksaan ke timur dari kota Al-Qotn dengan senapan mesin, menewaskan tiga tentara dan melukai beberapa orang lain, sehari setelah mereka telah memperingatkan pasukan untuk pergi," kata seorang pejabat lokal.
Itu terjadi setelah polisi mengatakan bentrokan bersenjata pecah di kota-kota di selatan Yaman, dan para petugas medis mengatakan seorang gerilyawan yang terluka pada Jumat telah meninggal karena luka-lukanya.
Ketegangan juga meningkat di bagian utara Yaman, di mana pihak Islam Sunni Al-Islah menuduh gerilyawan Syiah Zaidi yang dikenal sebagai Huthi menculik salah satu anggotanya saat pertempuran berkecamuk.
Di provinsi timur Marib, penyabot meledakkan pipa minyak untuk
ketiga kalinya dalam pekan ini, dan warga suku menyerang tentara yang mengawal pekerja perbaikan, kata para pejabat.
Serangan-serangan terhadap jaringan pipa minyak dan gas sering terjadi di Yaman, dengan pemerintah mengatakan sabotase telah merugikan negara 4,75 miliar dolar AS (3.5 miliar euro) dalam
dua tahun hingga Maret 2013.
Pertumpahan berdarah terbaru di selatan terjadi pada saat sekolah-sekolah dan kantor-kantor publik tutup dan toko-toko juga ditutup pada hari kedua dari aksi protes sepekan yang diluncurkan atas kematian kepala suku Said Ben Habriche, yang dimakamkan Sabtu.
Empat geriyawan Gerakan Selatan dan dua polisi terluka dalam bentrokan di Ataq, ibu kota Provinsi Shabwa, kata polisi.
Para gerilyawan merebut kendaraan cepat kekuatan intervensi dan polisi harus mengusir orang-orang bersenjata yang sebentar mengambil alih pusat telekomunikasi serta klinik, kata beberapa pejabat keamanan.
Di Huta, ibu kota Provinsi Lahj, seorang polisi dan empat orang yang lewat terluka dalam baku tembak antara gerilyawan Gerakan Selatan dan patroli, kata sumber.
Pada Jumat, seorang anak dan seorang gerilyawan tewas di kota utama selatan Aden dan di Mukalla, Yaman tenggara, kata petugas medis dan saksi.
Dan gerilyawan selatan lainnya yang terluka ketika polisi melepaskan tembakan setelah sebuah kantor polisi di Aden diserang, meninggal pada Sabtu, kata petugas medis.
Ben Habriche termasuk di antara enam anggota suku yang tewas pada 2 Desember dalam pertempuran yang meletus ketika pengawalnya menolak untuk menyerahkan senjata mereka kepada tentara di pos pemeriksaan. Dua tentara juga tewas.
Pemakaman kepala suku berlangsung di Mukalla di mana Gerakan Selatan mengatakan para pendukungnya telah mengambil alih kantor polisi kota "tanpa bentrokan".
Sebagian besar penduduk yang tinggal di Mukalla berada di dalam rumah dan lalu lintas pada tampak macet karena barikade batu dan pembakaran ban yang dilakukan oleh gerilyawan di jalan-jalan utama, kata para saksi mata.
Penyelenggara protes mendesak pemerintah untuk menyerahkan tersangka yang dituduh membunuh Ben Habriche dan untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi penduduk selatan di pasukan keamanan dan sektor minyak. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Utang motor sebabkan pengeroyokan hingga tewaskan penagih hutang di Kalibata
12 December 2025 8:16 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018