Obama: Tidak Ada Negosiasi Atas Pagu Utang
Sabtu, 21 Desember 2013 7:22 WIB
Presiden AS Barack Obama. (Reuters)
Washington, (Antara/Xinhua) - Presiden AS Barack Obama pada Jumat (20/12) mengatakan, ia tidak akan bernegosiasi dengan Partai Republik atas kenaikan pagu utang pemerintah federal dan kebijakan fiskal yang nyerempet bahaya tidak akan terulang.
Anggota parlemen AS akan meningkatkan kewenangan pinjaman pemerintah federal secara tepat waktu dan melaksanakan reformasi pajak potensial setelah mencapai kesepakatan anggaran bipartisan baru-baru ini, Obama mengatakan pada konferensi pers akhir tahun di Gedung Putih sebelum berangkat liburan di Hawaii dengan keluarganya.
Fiskal yang nyerempet bahaya atas plafon utang akan menjatuhkan negara itu ke dalam krisis baru, kata Obama, menambahkan bahwa ia berharap kesepakatan anggaran pemerintah dua tahun terbaru yang ditandatangani oleh negosiator bipartisan bisa menciptakan "pola yang bagus" untuk kerja sama bipartisan tahun depan.
Pemerintah federal ditutup selama 16 hari mulai 1 Oktober, dan hanya dibuka kembali setelah Kongres menyetujui kesepakatan jangka pendek untuk mendanai pemerintah hingga 15 Januari dan menaikkan pagu utang sampai 7 Februari.
Ekonomi AS sekarang lebih kuat daripada waktu yang lama sebelumnya, namun upaya-upaya harus dilakukan untuk membantu lebih banyak orang Amerika menikmati kemakmuran ekonomi, kata Obama kepada wartawan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zigo Rolanda : Pemulihan bencana tidak hanya harus cepat tapi juga harus terukur
28 January 2026 12:29 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018